Sanksi AS : Ekspor Minyak Iran Tersumbat

Kabar terbaru menyebutkan, ekspor minyak mentah Iran anjlok sejauh ini menjadi hanya 300.000 barel per hari atau kurang pada Juni 2019, setelah Amerika Serikat memperketat sumber pendapatan utama Teheran tersebut.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 25 Juni 2019  |  13:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Perlahan tetapi pasti, sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, mulai merontokkan sektor perminyakan negara di Timur Tengah itu.

Kabar terbaru menyebutkan, ekspor minyak mentah Iran anjlok sejauh ini menjadi hanya 300.000 barel per hari atau kurang pada Juni 2019, setelah Amerika Serikat memperketat sumber pendapatan utama Teheran tersebut.

Hal itu pun memperdalam kerugian pasokan minyak global. Demikian menurut sumber industri dan data kapal tanker seperti dikutip dari Reuters, Selasa (25/6/2019).

Berdasarkan dua sumber yang melacak arus pengiriman tersebut, Iran telah mengirim ke luar negeri sekitar 300.000 bph minyak mentah dalam 3 pekan pertama bulan ini. Jumlah itu tak jauh berbeda dengan data dari Refinitiv Eikon, yang menempatkan pengapalan minyak mentah Iran pada angka sekitar 240.000 bph.   

“Pengiriman itu merupakan tingkat ekspor minyak mentah riil yang sangat rendah,” kata sumber tersebut.

Ekspor minyak Iran pada Juni ini turun dari sekitar 400.000 – 500.000 bph pada bulan sebelumnya, seperti diperkirakan oleh sumber industri dan Refinitiv. Jumlah itu juga lebih kecil dibandingkan dengan 2,5 juta bph yang dikirim oleh Iran pada April 2018, saat Iran belum menerima sanksi dari AS.

Seperti diketahui, AS menjatuhkan kembali sanksi kepada Iran pada November tahun lalu, usai menarik diri dari perjanjian nuklir 2015, antara Teheran dan enam kekuatan dunia.

Sanksi tersebut bertujuan menguras ekspor minyak Iran menjadi nol. Namun, AS masih memberikan keringanan kepada sejumlah konsumen minyak Iran, yaitu boleh membeli tetapi dengan jumlah terbatas.

Akan tetapi, pada Mei lalu, Washington mengakhiri keringanan itu. Sejumlah negara yang menjadi pelanggan minyak Iran, harus berhenti mengimpor minyak dari negara itu. Jika tidak, AS telah menyiapkan sanksi.

Sejak pengenaan sanksi dari AS, ekspor minyak Iran kian suram. Sejumlah pihak sukar untuk mendapatkan angka pasti terkait minyak Iran. Bahkan, Teheran tidak lagi melaporkan angka produksinya ke OPEC.

Data Refinitiv Eikon menunjukkan, Iran diperkirakan telah mengekspor 5,7 juta barel minyak mentah dalam 24 hari pertama Juni ke Uni Emirat Arab, Turki, Singapura dan Suriah, meskipun ini kemungkinan bukan tujuan akhir ekspor.

Kpler, perusahaan lain yang melacak aliran minyak, memperkirakan bahwa Iran telah memuat 645.000 barel per hari minyak mentah dan kondensat, minyak ringan, ke kapal tanker pada paruh pertama Juni. Sebanyak 82% mengapung di perairan Teluk.

Hal itu akan menempatkan ekspor minyak mentah aktual di paruh pertama bulan ini bahkan lebih rendah dari 300.000 barel per hari. "Pembatasan Amerika memiliki efek yang jelas pada kemampuan Iran untuk menjual ke pasar global," kata Kpler.

Tekanan pada ekspor Iran, anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (the Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC), adalah faktor kunci bagi kelompok produsen dan sekutunya, yang bertemu pada 1-2 Juli mendatang.

Dalam pertemuan itu, OPEC dan sekutunya yang dikenal dengan OPEC+ bakal menentukan apakah akan memompa lebih banyak minyak di sisa tahun ini, atau sebaliknya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, amerika serikat, harga minyak dunia

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup