Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Yelooo Integra Datanet (YELO) Targetkan Pendapatan Tumbuh 209,78 Persen Tahun Ini

Pada tahun ini, perseroan memiliki strategi bisnis yang fokus pada penambahan fitur pada aplikasi, memperluas wilayah pemasaran, meningkatkan pelayanan konsumen, serta menambah kerjasama dengan pihak-pihak bidang travel.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 20 Juni 2019  |  14:46 WIB
Direktur Utama PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) Hiro Whardana (kedua kiri), Komisaris Andrew Suhalim (kiri), Direktur Wewy Susanto (kedua kanan) dan CEO Digitaraya Google Developer Launchpad Yansen Kamto berbincang usai membuka perdagangan saham sekaligus pencatatan perdana saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), di Bursa Efek Indonesia, Senin (29/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat
Direktur Utama PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) Hiro Whardana (kedua kiri), Komisaris Andrew Suhalim (kiri), Direktur Wewy Susanto (kedua kanan) dan CEO Digitaraya Google Developer Launchpad Yansen Kamto berbincang usai membuka perdagangan saham sekaligus pencatatan perdana saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), di Bursa Efek Indonesia, Senin (29/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten penyedia layanan modem 4G untuk pelancong, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (Passpod) menargetkan pendapatan tumbuh 209,78% menjadi Rp57,5 miliar pada tahun ini ditopang oleh sejumlah ekspansi bisnis yang tengah dikembangkan.

Pada tahun ini, perseroan memiliki strategi bisnis yang fokus pada penambahan fitur pada aplikasi, memperluas wilayah pemasaran, meningkatkan pelayanan konsumen, serta menambah kerjasama dengan pihak-pihak bidang travel.

CEO Passpod Hiro Whardana mengungkapkan bahwa target pendapatan tersebut juga akan diikuti oleh target laba yang naik sekitar Rp4,8 miliar pada 2019.

Untuk itu emiten bersandi saham YELO akan mengeluarkan belanja modal sebesar Rp20 miliar yang akan diambil dari sisa dana IPO, laba ditahan, dan sumber pendanaan lainnya.

“Capex ini kami akan keluarkan Rp20 miliar, itu termasuk dari sisa dana IPO, laba yang ditahan, juga tambahan lainnya,” katanya dalam Paparan Publik Yelooo Integra Datanet di Jakarta, Kamis (20/6/2019).

Adapun, realisasi penggunaan dana IPO per 31 Desember 2019 telah digunakan sebesar Rp41,79 miliar. Nilai tersebut mewakili 89,94% dari dana hasil penawaran umum perdana saham yang senilai Rp46,46 miliar setelah dikurangi biaya-biaya penawaran umum.

Hiro memaparkan bahwa dari target Rp44,67 miliar yang digunakan untuk modal kerja telah terealisasi sebesar Rp40,39 miliar. Sementara itu, dari rencana pengembangan aplikasi yang sebesar Rp1,79 miliar telah terealisasi Rp1,4 miliar.

“Perlu disampaikan bahwa dari dana sisa IPO ini akan kami manfaatkan untuk pengembangan capex tahun ini yang direncanakan Rp20 miliar, di luar budget untuk akuisisi pelanggan,” imbuh Hiro.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2019, emiten bersandi saham YELO tersebut mencetak kenaikan laba sebesar 319,63% menjadi Rp943,43 juta dibandingkan dengan Rp224,82 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Begitu pula pendapatan melejit 284,81% menjadi Rp9,93 miliar secara yoy dari posisi Rp2,58 miliar pada kuartal I/2018. Sementara itu, total aset perseroan selama periode tiga bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp85,07 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kinerja emiten Yelooo Integra Datanet
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top