Private Placement Disetujui, MSKY Siap Galang Dana Hampir Rp1 triliun

Direktur keuangan MSKY Janis Gunawan memperkirakan, perusahaan bisa meraup hampir Rp1 triliun dari aksi tersebut. Dia menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur dan sebagai belanja modal dna bukan untuk keperluan ekspansi lainnya.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  19:54 WIB
Private Placement Disetujui, MSKY Siap Galang Dana Hampir Rp1 triliun
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di BEI, Jakarta, Selasa (11/6/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Rapat Pemegang Saham Luar Biasa PT MNC Sky Vision Tbk. (MSKY) menyetujui rencana private placement untuk melepas lebih dari 906 juta lembar saham atau 10 persen dari modal yang telah ditempatkan dan disetor dengan nominal Rp100 per saham.

Direktur keuangan MSKY Janis Gunawan memperkirakan, perusahaan bisa meraup hampir Rp1 triliun dari aksi tersebut. Dia menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur dan sebagai belanja modal dna bukan untuk keperluan ekspansi lainnya.

Janis menambahkan, pembeli siaga masih berasal dari holding, tetapi perusahaan akan meningkatkan porsi publik dengan melemparnya ke pasar. MSKY masih memilik porsi publik 3 persen di bawah ketentuan BEI. Selanjutnya jika pada rencana ini belum bisa menambah porsi publik yang signifikan, perusahaan berencana melakukan aksi lainnya.

“Kita lempar bursa independen kita selalu open,” jelasnya, Rabu (19/6/2019).

Tahun ini MSKY memproyeksikan membutuhkan belanja modal senilai Rp600 miliar untuk membangun jaringan ang bisa menambah jumlah pelanggan baru dan kemitraan hingga pedesaan.

Sementara itu, dari sisi pendapatan, dia menargetkan setidaknya bisa tumbuh 3 persen dibandingkan pada 2018. Adapun strategi yang dilakukan dengan sinergi berbagai produk dan menambah jangkauan melalui dealership kemitraan, dan menggunakan jangkauan satelit secara efisien.

Per kuartal I/2019, MSKY telah membukukan pendapatan senilai Rp600 miliar dan masih sejalan dengan target awal tahun.

“Tahun lalu kami sudah di 101 kota kedepan kami fokusnya memiliki coverage di 500 kota kabupaten lain dengan efisien. Besarnya investasi cabang disesuaikan kota-kota tersebut. Di pinggiran pedesaan serta bagaimana fokus memantain pelanggan eksisting untuk tetap menjadi pelanggan loyal,” jelasnya.

Selama 2019, MSKY memiliki utang jatuh tempo senilai US$ 60 juta. Perseroan menyebutkan sebagain besar utang jatuh tempo sudah dilunasi dengan menggunakan kas internal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mnc group, msky

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top