Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Targetkan Kenaikan Laba 30 Persen di 2019

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) menargetkan pendapatan bisa naik antara 20%-25%, di mana kinerja semester II bisa berkontribusi sebanyak 65%. Adapun, laba diproyeksi naik 30%.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 19 Juni 2019  |  16:57 WIB
Indonesia Kendaraan Terminal (IPCC) Targetkan Kenaikan Laba 30 Persen di 2019
Direktur Utama PT Indonesia Kendaraan Terminal TBK (IPCC Terminal) Chiefy Adi Kusmargono memberikan paparan di sela-sela kunjungan IPCC ke kantor Bisnis Indonesia di Jakarta, Kamis (6/12/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) menargetkan pendapatan bisa naik antara 20%-25% pada tahun ini, di mana kinerja semester II bisa berkontribusi sebanyak 65%. Adapun, laba diproyeksi naik 30%.
 
Direktur Utama IPCC Chiefy Adi K. mengatakan realiasasi pendapatan antara kuartal I/2018 dibandingkan dengan kuartal I/2019 memang hanya tumbuh 2%. Namun, hal itu disebabkan oleh ketidakpastian iklim ekonomi akibat dari pemilihan umum.
 
“Kalau semester 1 ini hampir mirip dengan kuartal I dan II, karena ini baru selesai pemilihan presiden. Tapi setelah Juni ini kami yakin akan tumbuh pesat karena sekarang saja sudah mulai penumpukan mobil,” katanya pada Rabu (19/6/2019).

Menurutnya, pemilihan umum memengaruhi kinerja pendapatan perseroan secara signifikan sebab banyak tender alat berat ditangguhkan sampai suasana kondusif.
 
Kendati demikian Chiefy optimistis pendapatan tahun ini bisa naik 20%-25% dibandingkan dengan tahun lalu. Begitu pun laba bisa naik sampai 30% atau sekitar Rp200 miliar pada akhir tahun.  Sampai dengan kuartal I/2019, IPCC telah membukukan laba sebanyak Rp49,08 miliar naik 29% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
 
Perseroan menekan beban usaha 7% menjadi Rp60,64 miliar dari posisi sebelumnya Rp65,52 miliar. Dengan begitu sekalipun pendapatan tumbuh tipis, Chiefy yakin target akhir tahun bisa terealisasi.
 
“Kuartal I/2019 kita dapat laba Rp49 miliar itu pun dengan kondisi yang tidak proporsional. Masuk semester II ini pasti laba dan pendapatan akan naik besar. Semester II ini akan berkontribusi atas 65% pendapatan IPCC, sedangkan semester I sejauh ini 35%,” katanya.
 
Selain efisiensi, IPCC juga menerapkan strategi penyediaan jasa terminal kendaraan sebagai ekosistem rantai logistik. Anak perusahaan PT Pelindo II Tbk, itu bekerjasama untuk melayani urusan dokumen ekspor-impor. “Kami memudahkan importir memudahkan pengurusan dokumen ke bea cukai dan kami dapat margin dari situ,” katanya.
 
IPCC juga akan menyiapkan lahan penumpukan secepatnya sehingga kargo yang menumpuk di luar bisa dipindahkan kesini. Pasalnya, pemerintah menetapkan kebijakan simplifikasi impor supaya pemilik kargo bisa menghemat Rp30 miliar dibandinkan menumpuk di luar negeri. “Kalau menumpuk disini lebih murah tapi kita harus sediakan lahan yang luas. Jadi ekspansi lahan jadi strategi kami,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, indonesia kendaraan terminal

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top