Ringkasan Perdagangan 18 Juni: IHSG dan Rupiah Kompak Rebound, Komoditas Variatif

Sementara itu, komoditas harga emas melaju di zona hijau, sedangkan harga karet berakhir melemah di tengah kekhawatiran soal perlambatan global yang membatasi permintaan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  18:56 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pelemahan empat hari berturut-turut, sementara rupiah juga ikut berakhir menguat.

Sementara itu, komoditas harga emas melaju di zona hijau, sedangkan harga karet berakhir melemah di tengah kekhawatiran soal perlambatan global yang membatasi permintaan.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com hari ini, Selasa (18/6/2019):

 

Bursa Asia Menguat, IHSG Akhiri Pelemahan

IHSG ditutup menguat 1,08 persen atau 66,81 poin di level 6.257,33 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (17/6), IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 59,74 poin ke level 6.190,52.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin oleh sektor properti yang menguat 3,38 persen, disusul sektor finansial dengan penguatan 1,41 persen.

Di sisi lain, sektor tambang dan industri dasar yang melemah masing-masing 0,67 persen dan 0,15 persen menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Dari 634 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 207 saham menguat, 196 saham melemah, dan 231 saham stagnan.

 Pergerakan Kurs Rupiah

Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat 8 poin atau 0,06 persen ke level Rp14.329 per dolar AS, setelah bergerak pada kisaran Rp14.324-Rp14.340 per dolar AS.

Sebelumnya, tukar rupiah di pasar spot terpantau dibuka melemah tipis 1 poin atau 0,01 persen di level Rp14.338 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS menguat 0,11 poin atau 0,11 persen ke level 97,668 pada pukul 15.52 WIB.

 IHSG Rebound, Investor Asing Borong Saham Rp383,38 Miliar

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing membukukan aksi beli bersih atau net buy senilai sekitar Rp383,38 miliar pada perdagangan hari ini.

Investor asing membukukan aksi beli sekitar 845,02 juta lembar saham senilai Rp2,72 triliun. Adapun aksi jual oleh investor asing tercatat 1,06 miliar lembar saham senilai sekitar Rp2,33 triliun.

Total nilai transaksi yang terjadi di lantai bursa hari ini mencapai sekitar Rp8,36 triliun dengan volume perdagangan tercatat sekitar 13,18 miliar lembar saham.

 Bursa Asia Hijau, Kehati-hatian Investor Batasi Penguatan

Sebagian besar pasar saham Asia menguat pada perdagangan Selasa (18/6/2019), meskipun terbatas oleh kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve A.S.

Seperti dikutip Reuters, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang menguat tipis 0,6 persen, sementara indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang turun 0,72 persen.

Indeks Shanghai Composite keluar dari wilayah negatif dan berakhir menguat 0,09 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,96 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,38 persen.

Saham Australia ditutup naik 0,6 persen pada level tertinggi dalam lebih dari 11 tahun menyusul indikasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh bank sentral negara itu, sehingga memicu pembelian yang kuat.

 Pergerakan Harga Emas

Harga emas Comex untuk kontrak Agustus 2019 terpantau menguat 6,4 poin atau 0,48 persen ke level US$1.349,30 per troy ounce pada pukul 17.30 WIB.

Sepanjang perdagangan hari ini, harga emas bergerak di level 1.342,10-1.351,60 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas batangan Antam berdasarkan daftar harga emas untuk Butik LM Pulogadung Jakarta menguat Rp3.000 menjadi Rp682.000 per gram. Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam pun naik Rp3.000 menjadi Rp611.000 per gram.

Harga Karet Melemah di Hari ke-5, Masih Terseret Kekhawatiran Ekonomi

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif September 2019 di Shanghai Futures Exchange ditutup melemah 90 poin atau 0,76 persen di level 11.805 yuan per ton dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Harga karet telah melemah selama lima hari berturut-turut. Adapun pada perdagangan Senin (17/6), harga karet kontrak September berakhir turun 1,61 persen atau 195 poin di posisi 11.895.

Sejalan dengan harga karet Shanghai, harga karet untuk kontrak teraktif November 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup melemah 1,23 persen atau 2,50 poin di level 200 yen per kg.

Berkat Ringgit dan Minyak Kedelai, Harga Sawit Menghijau

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 15.19 WIB, harga CPO kontrak pengiriman September 2019 di Bursa Derivatif Malaysia menguat 1,13% atau 23,00 poin menjadi 2.057 ringgit per ton. Padahal di sesi pembukaan, harganya melorot 0,29% atau 6,00 poin ke level 2.028 ringgit per ton.

Meskipun demikian, mengacu pada hasil sementara ini, harga CPO dalam 5 hari terakhir baru menguat 2,62%, sedangkan sejak awal tahun cuma menguat 1,70%.

Setidaknya ada dua sentimen positif yang menjadi katalis penguat bagi harga produk agrikultur unggulan Indonesia tersebut. Pertama, pelemahan ringgit. Kedua, menguatnya harga minyak kedelai dunia. “Harga minyak kedelai dan pelemahan ringgit merupakan penyokong sawit,” kata seorang trader berjangka di Kuala Lumpur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah, Harga Emas Hari Ini, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup