Bursa Asia Menguat, IHSG Akhiri Pelemahan

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,08 persen atau 66,81 poin di level 6.257,33 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (17/6), IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 59,74 poin ke level 6.190,52.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 Juni 2019  |  16:20 WIB
Bursa Asia Menguat, IHSG Akhiri Pelemahan
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan rebound dan mengakhiri pelemahan empat hari berturut-turut ada akhir perdagangan hari ini, Selasa (18/6/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,08 persen atau 66,81 poin di level 6.257,33 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (17/6), IHSG ditutup melemah 0,96 persen atau 59,74 poin ke level 6.190,52.

Di awal perdagangan, IHSG dibuka rebound dengan penguatan 0,07 persen atau 4,61 poin ke level 6.195,13. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.195,132 – 6.257,33.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor berakhir di wilayah positif, dipimpin oleh sektor properti yang menguat 3,38 persen, disusul sektor finansial dengan penguatan 1,41 persen.

Di sisi lain, sektor tambang dan industri dasar yang melemah masing-masing 0,67 persen dan 0,15 persen menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Dari 634 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 207 saham menguat, 196 saham melemah, dan 231 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing menguat 1,81 persen dan 2,05 persen menjadi penopang utama pergerakan IHSG.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas cenderung menguat. Indeks Shanghai Composite keluar dari wilayah negatif dan berakhir menguat 0,09 persen, sedangkan indeks Hang Seng menguat 0,96 persen. Adapun indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,38 persen

Saham Australia ditutup naik 0,6 persen pada level tertinggi dalam lebih dari 11 tahun menyusul indikasi pelonggaran kebijakan lebih lanjut oleh bank sentral negara itu, sehingga memicu pembelian yang kuat.

Di sisi lain, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah masing-masing 0,72 persen.

Dilansir Reuters, sebagian besar pasar saham Asia menguat pada perdagangan hari ini, meskipun terbatas oleh kehati-hatian investor menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve A.S.

The Fed, yang menghadapi tuntutan baru oleh Presiden AS Donald Trump untuk memangkas suku bunga, memulai pertemuan dua hari pada hari Selasa. Bank sentral AS ini diperkirakan tidak akan mengubah suku bunga saat ini, tetapi mungkin meletakkan dasar untuk penurunan suku bunga akhir tahun ini.

Harapan untuk pelonggaran kebijakan moneter AS telah menjadi sentimen positif untuk aset berisiko, yang diterpa oleh eskalasi dalam konflik perdagangan antara AS dan China sejak bulan lalu. Indeks S&P 500 telah naik 5 persen bulan ini setelah meluncur di bulan Mei.

"Hanya dalam beberapa bulan, pasar telah berubah dari yang dipandu oleh The Fed menjadi aktif membimbing The Fed," tulis tim analis suku bunga Bank of America Merrill Lynch, seperti dikutip Reuters.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup menguat 1,33 persen atau 7,21 poin di level 551,06 hari ini, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,06 persen atau 0,34 poin ke level 544,19.

Saham-saham pendorong IHSG:
KodeKenaikan (persen)

BBCA

+1,81

TLKM

+2,05

BBRI

+1,43

UNVR

+1,79

Saham-saham penekan IHSG:
KodePenurunan (persen)

BYAN

-5,54

INTP

-3,39

INPP

-19,60

FREN

-3,09

 Sumber: Bloomberg

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup