Agung Podomoro Lanjutkan Reklamasi Pulau G

Adapun putusan pengadilan terhadap Pulau G telah memiliki kekuatan hukum tetap. Perseroan telah diberikan izin sampai saat ini tidak melanggar prosedur administrasi, dan UU dalam penerbitan izin pelaksanaan reklamasi.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  19:15 WIB
Agung Podomoro Lanjutkan Reklamasi Pulau G
Reklamasi Teluk Jakarta - Antara/Agus Suparto

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti, PT Agung Podomoro Tbk. (APLN) tengah melengkapi izin administrasi untuk melanjutkan reklamasi di Pulau G.

Direktur Keuangan APLN Caesar M. Dela Cruz mengungkapkan, perseroan tengah melengkapi dokumen untuk perpanjangan izin pelaksanaan reklamasi Pulau G. Reklamasi Pulau G tidak dicabut dan sedang melakukan perpanjangan.

Adapun putusan pengadilan terhadap Pulau G telah memiliki kekuatan hukum tetap. Perseroan  telah diberikan izin sampai saat ini tidak melanggar prosedur administrasi, dan UU dalam penerbitan izin pelaksanaan reklamasi. Reklamasi Pulau G dilaksanakan oleh anak usaha PT Muara Wisesa Samudra (MWS).

“Kami melakukan berdasarkan kebijakan gubernur. Di Pulau G, kami sudah kerjakan hampir 70 persen dari bangunan pulau, tinggal proses administrasi pulau,” tambah Direktur Utama APLN Cosmas Batubara, Senin (17/6/2019).

Direktur APLN Paul Christian Ariyanto mengungkapkan, perseroan melakukan langkah-langkah hukum untuk Pulau F dan I. Sementara itu, untuk Pulau G perseroan masih melakukan proses pelaksanaan reklamasi dengan cara melengkapi dokumen.

Pada kuartal I/2019, JKP mencatatkan aset reklamasi senilai Rp515,84 miliar, terutama terdiri dari beban-beban untuk memperoleh ijin reklamasi,biaya untuk melakukan kajian, pembuatan master plan dan melakukan perencanaan-perencanaan, serta beban kewajiban, kontribusi dan tambahan kontribusi yang disyaratkan dalam izin reklamasi.

Head of Investor Relation Agung Podomoro, Wibisono mengungkapkan, target marketing sales pada 2019 sekitar Rp3 triliun—Rp4 triliun. Pada tahun lalu, marketing sales perseroan ssenilai Rp2,39 triliun, turun 24,4 persen dari posisi Rp3,16 triliun pada 2017.

Pada 2019, target belanja modal senilai Rp3 triliun – Rp3,5 triliun.

Paul menambahkan, properti komersial yang terdiri dari perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, sewa, hotel dan lahan industri menunjukkan permintaan yang tumbuh positif walaupun relatif landai.

APLN juga menyikapi dengan strategi-strategi pemasaran, fokus pada pasar baru termasuk generasi milenial kelas menengah yang cenderung memilih produk hunian dengan harga di bawah Rp1 miliar.

Strateginya yakni, mengembangkan proyek Podomoro Park Bandung, hunian satu lantai di klaster Padmagriya dengan harga yang ditawarkan mulai Rp800 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
reklamasi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup