Bali United (BOLA) Alokasikan Capex Rp28 Miliar

Emiten pengelola klub sepakbola PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. menyiapkan belanja modal senilai Rp28 miliar hingga akhir 2019. 
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 17 Juni 2019  |  14:40 WIB
Bali United (BOLA) Alokasikan Capex Rp28 Miliar
CEO PT Bali Bintang Sejahtera Tbk Yabes Tanuri (kanan) berbincang dengan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djayadi (kiri), usai pencatatan perdana saham perseroan, di Galeri BEI, Jakarta, Senin (17/6/2019). - Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten pengelola klub sepakbola PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. menyiapkan belanja modal senilai Rp28 miliar hingga akhir 2019. 

Direktur Keuangan Bali Bintang Sejahtera Yohanes Ade Bunian Moniaga menjelaskan bahwa dengan capex tersebut, emiten bersandi saham BOLA tersebut menargetkan laba operasional senilai Rp10 miliar, naik tipis 8,22% dari posisi pada tahun lalu sebesar Rp9,24 miliar. 

Sementara itu, laba sebelum pajak ditargetkan naik 141,29% menjadi Rp19,4 miliar dari pencapaian pada tahun lalu seniai Rp8,04 miliar. “[Dari total capex Rp28 miliar], untuk klub sepakbola itu Rp17,5 miliar dan sisanya untuk anak usaha,” kata Ade di Jakarta, Senin (17/6/2019).

Adapun pengelola klub sepakbola Bali United tersebut juga telah meraup dana segar dari aksi penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) sebesar Rp350 miiar pada Senin (17/6/2019). Ade menjelaskan, dana IPO tersebut akan dibagi secara merata untuk ekspansi bisnis induk maupun entitas anak.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan, sekitar 19,1% dari dana IPO akan digunakan perseroan sebagai belanja modal, yaitu untuk pengembangan fasilitas dan peralatan di stadion, pengembangan fasilitas latihan dan akademi, ekspansi outlet Bali United Store dan Playland, serta pengembangan pada teknologi informasi berupa pengembangan aplikasi dan program CRM (Customer Relationship Management) untuk fans.

Sementara itu, sekitar 20,4% dari dana IPO akan digunakan memperkuat struktur permodalan kepada entitas anak dengan komposisi sekitar 42,6% untuk PT Kreasi Karya Bangsa, 32,8% untuk PT Bali Boga Sejahtera, dan 21,3% untuk PT IOG Indonesia Sejahtera.

Adapun sisanya sekitar 60,5% akan digunakan untuk modal kerja perseroan, seperti merekrut pemain dan/atau pelatih profesional, penyelenggaraan even serta operasional klub, megastore, dan akademi sepakbola.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, bali united

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top