Parkir di Zona Merah, IHSG Menguat 0,66 Persen Selama Sepekan

Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (14/6/2019). Namun, selama sepekan indeks tumbuh 0,66%.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  17:25 WIB
Parkir di Zona Merah, IHSG Menguat 0,66 Persen Selama Sepekan
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) parkir di zona merah pada akhir perdagangan pekan ini, Jumat (14/6/2019). Namun, selama sepekan indeks tumbuh 0,66%.

IHSG terpantau melemah 0,36% ke level 6.250 pada akhir perdagangan Jumat (14/6/2019). Selama sepekan, indeks tumbuh 0,66% dan secara year-to-date (ytd) naik 0,90%.

Adapun hanya saham sektor perdagangan yang dirutup menguat sebesar 0,07% sementara saham sektor lainnya melemah yang dipimpin oleh sektor properti sebesar 1,48%.

Investor asing pun melanutkan aksi jual pada akhir pekan ini senilai Rp64,03 miliar. Sejak awal tahun masih tercatat aksi beli bersih investor asing senilai Rp57,61 triliun.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan, pelemahan IHSG pada akhir pekan ini lebih disebabkan oleh aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan oleh para investor mengingat indeks telah naik banyak pascalibur lebaran.

“Stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan merupakan sentimen positif bagi penguatan IHGS selama pekan ini,” kata Nafan kepada Bisnis.com, Jumat (13/6/2019).

Dirinya melajutkan, penguatan IHGS selama sepekan juga ditopang oleh apresiasi para pelaku pasar terhadap revisi naik rating Indonesia yang diberikan lembaga pemeringkat internasional S&P menjadi BBB, yakni di atas level layak investasi, dari sebelumnya BBB-.

Di sisi lain, International Institute for Management Development (IMD) juga memperlihatkan bahwa peringkat daya saing Indonesia yang semula berada pada posisi 43 kini naik ke posisi 32. 

Sentimen positif, kata Nafan, juga berasal dari data-data makroekonomi domestik seperti data inflasi yang melebihi ekspektasi. 

Sementara itu, seiring dengan dunia internasional bakal memasuki era penurunan suku bunga acuan sebagai antisipasi dari perlambatan pertumbuhan ekonomi, IHSG pun selama sepekan berhasil menguat.

“Pada weekly chart terlihat pola bearish pin bar yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan IHSG selama pekan depan,” imbuh Nafan.

Dirinya mengungkapkan, sentimen negatif terutama bakal datang dari sisi global dan akan mempengaruhi perlambatan pertumbuhan IHSG sepekan ke depan.

Meskipun demikian, jika hasil dari data neraca perdagangan RI per Mei di atas ekspektasi, hal itu dipercaya bakal dapat mengurangi tekanan pada pergerakan IHSG. Di sisi lain, penetapan suku bunga The Fed beserta BI 7 DRR juga akan sangat dinantikan oleh para pelaku pasar.

Nafan memperkirakan IHSG bergerak di rentang 6.110–6.340 dengan saham pilihan a.l. AALI, BNGA, INCO, KLBF, LPKR, dan PGAS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top