Prospek Permintaan Suram, Harga Minyak Bergerak di Kisaran Level Terendah

Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) bertahan di kisaran level terendahnya dalam hampir lima bulan yang dibukukan pada akhir perdagangan Rabu (12/6/2019), akibat tertekan kenaikan stok minyak mentah AS dan berlanjutnya perang dagang AS-China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  08:22 WIB
Prospek Permintaan Suram, Harga Minyak Bergerak di Kisaran Level Terendah
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah Amerika Serikat (AS) bertahan di kisaran level terendahnya dalam hampir lima bulan yang dibukukan pada akhir perdagangan Rabu (12/6/2019), akibat tertekan kenaikan stok minyak mentah AS dan berlanjutnya perang dagang AS-China yang berdampak pada permintaan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juli 2019 turun 5 sen ke level US$51,09 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 08.30 pagi waktu Sydney.

Pada perdagangan Rabu (12/6), harga minyak WTI kontrak Juli ditutup anjlok US$2,13 di level US$51,14 per barel, level penutupan terendah sejak 14 Januari.

Adapun harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus 2019 berakhir anjlok US$2,32 atau 3,7 persen di level US$59,97 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Dilansir dari Bloomberg, harga minyak di New York lanjut turun setelah anjlok 4 persen pada Rabu setelah data pemerintah menunjukkan peningkatan jumlah stok minyak mentah AS ke level tertinggi sejak Juli 2017.

Hampir semua dari kenaikan itu yang terjadi di pusat pasokan Cushing, Oklahoma, membebani harga minyak lebih lanjut. Di sisi lain, produksi minyak mentah domestik turun 100.000 barel per hari menjadi 12,3 juta dalam sepekan hingga 7 Juni.

Sementara itu, tingkat permintaan tampak lesu saat perang dagang antara AS dan China mempengaruhi ekonomi global.

Estimasi untuk Maret dan April menunjukkan penurunan secara year-on-year di daerah-daerah yang berkontribusi atas hampir separuh permintaan minyak global, menurut Morgan Stanley.

Menurut Uni Emirat Arab, OPEC dan aliansinya hampir mencapai kesepakatan memperpanjang pemangkasan produksi, meskipun kartel minyak ini masih belum menetapkan tanggal pasti untuk pertemuan mereka berikutnya.

Di sisi lain, Arab Saudi tampaknya untuk saat ini bersedia memenuhi permintaan China atas minyak mentah ekstra karena kurangnya pasokan di tempat lain.

Sumber terkait mengungkapkan bahwa setidaknya satu pelanggan China mendapat tambahan minyak dari Saudi Arabian Oil Co. untuk melakukan muatan pada Juli di atas volume kontrak normal.

Pergerakan minyak mentah WTI kontrak Juli 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

12/6/2019

51,14

-2,13 poin

11/6/2019

53,27

+0,01 poin

10/6/2019

53,26

-0,73 poin

Pergerakan minyak mentah Brent kontrak Agustus 2019

Tanggal

Harga (US$/barel)

Perubahan

12/6/2019

59,97

-2,32

11/6/2019

62,29

0 poin

10/6/2019

62,29

-1 poin

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top