Sentul City (BKSL) Nilai Daya Beli Masyarakat Mulai Pulih

Emiten properti, PT Sentul City Tbk. menilai daya beli masyarakat untuk produk properti mulai pulih menjelang akhir semester I/2019.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 13 Juni 2019  |  17:17 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten properti, PT Sentul City Tbk. menilai daya beli masyarakat untuk produk properti mulai pulih menjelang akhir semester I/2019.

Alfian Mujani, Head Of Corporate Communication & Government Relation Sentul City mengungkapkan, ada beberapa faktor pertumbuhan penjualan perseroan pada semester I/2019. Pertama, mulai dioperasikannya LRT Jakarta-Bogor yg stasiunnya berada di sentul. 

Kedua, mulai beroperasinya AEON Mall dan IKEA terbesar mulai Desember tahun ini. "Sudah mulai terasa, walaupun belum terlalu kuat. Ini bisa dilihat dari animo kunjungan calon pembeli unit hunian vertikal (apartement) yang mulai bergairah," ungkapnya saat dihubungi, Kamis (13/6/2019).

Saat ini, emiten bersandi saham BKSL tengah mengembangkan superblok Centerra di Central Business Distric (CBD) Sentul City, Bogor, seluas 7,8 hektare. Superblok Centerra itu terdiri atas AEON Mall, Apartemen Verdura, Saffron Noble Residence, Opus Park Towers, Gedung Perkantoran Centerra, AEON Mall, dan Condotel.

Di sisi lain, Alfian menilai sinyal positif dari luar negeri bakal memberikan dampak positif bagi domestik. Dia menilai, rencana penurunan suku bunga The Fed bakal bisa memberikan angin segar bagi bisnis properti.

Menurutnya, penurunan suku bunga The Fed pasti mempengaruhi kebijakan BI dalam menentukan suku bunga bank nasional. Tingkat suku bunga yang relatif kompetitif akan menjadi salah satu faktor yang menggairakan pasar properti.

Alfian menilai, pemerintah juga harus melihat iklim dunia usaha secara nasional. Bila iklim usaha belum bergairah atau bahkan menurun, maka penurunan suku bunga The Fed dan BI Rate tidak akan banyak berpengaruh terhadap bisnis properti. 

"Tentu kami berharap penurunan bunga The Fed dan suku bunga BI memberikan angin segar bagi bisnis properti," ungkapnya.

Pada tahun ini, Sentul City memproyeksikan pertumbuhan pendapatan sekitar 10%-15%, di mana penopangnya berasal dari penjual apartement dan perumahan di Sentul City.

Pada kuartal I/2019, emiten bersandi saham BKSL telah membukukan pendapatan senilai Rp219,69 miliar, atau turun 53,8% dari posisi Rp219,69 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.  Dengan begitu, laba bersih perseroan pada kuartal I/2019 menjadi Rp55,72 miliar, turun 123% dari posisi Rp124,68 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, BKSL sedang membangun Apartemen Saffron Noble, yang terdiri satu menara dengan luas area 54.136 m2. Sebelumnya, perseroan memproyeksikan apartemen tersebut bisa diserahterimakan pada tahun ini. Saat ini apartemen Saffron Noble dipasarkan dengan harga mulai dari Rp950 juta hingga Rp2,4 miliar.

Selain itu, Opus Park kini dikembangkan oleh PT Izumi Sentul Realty, yang merupakan perusahaan Joint Venture BKSL, Sumitomo Corporation, dan Hankyu Hanshin Properties Corporation dari Jepang, akan diserahterimakan pada kuartal IV/2019.

Opus Park terdiri dari 3 menara (Pinnacle, Crest, dan Summit) dengan luas area 162.408 m2. Opus Park dipasarkan mulai dari Rp750 juta hingga Rp3,2 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, sentul city

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top