Serap 40 Persen MTN, Hartadinata Abadi (HRTA) Fokus Ekspansi

Emiten produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi PT Hartadinata Abadi Tbk. agresif mengejar jumlah gerai mencapai 100 toko hingga 2020. Penambahan gerai tersebut menggunakan dana hasil penerbitan MTN Syariah Mudharabah I pada April 2019. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 11 Juni 2019  |  17:16 WIB
Serap 40 Persen MTN, Hartadinata Abadi (HRTA) Fokus Ekspansi
Direktur utama Hartadinata Abadi Sandra Susanto (kedua dari kiri) bersama dengan Direktur Keuangan Deny Ong (ketiga dari kiri) usai publik ekspos pada Selasa (11/6/2019) di Jakarta. - Bisnis/Azizah Nur Alfi

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen dan penyedia perhiasan emas terintegrasi PT Hartadinata Abadi Tbk. agresif mengejar jumlah gerai mencapai 100 toko hingga 2020. Penambahan gerai tersebut menggunakan dana hasil penerbitan MTN Syariah Mudharabah I pada April 2019. 

Direktur Utama Hartadinata Abadi Sandra Sunanto mengatakan, perseroan bakal menambah jumlah gerai Aurum Collection Center (ACC) dari saat ini 32 toko menjadi 50 toko hingga akhir tahun ini. Perseroan berharap dapat memiliki gerai perhiasan hingga 100 toko pada 2020. 

Untuk mengembangkan gerai ACC, HRTA juga bekerja sama dengan Matahari department store. Dalam waktu dekat, perseroan akan membuka 5 gerai ACC di Cirebon, Pekanbaru, Aceh, Makasar, dan Medan. 

Penambahan gerai otomatis mendorong utilitas pabrik dari 31,6% pada 2018 menjadi 35% pada 2019. Perseroan memiliki 4 pabrik dengan total kapasitas produksi 2.500 kg perhiasan per bulan dan rata-rata produksi 789 kg perhiasan per bulan. 

"Kami akan genjot utilisasi pabrik kalung karena itu yang terendah. Selain tidak memerlukan SDM banyak, kami akan terus kembangkan desain yang baru yang berbeda dengan pesaing," katanya, Selasa (11/6/2019). 

Direktur Keuangan Deny Ong mengatakan, hingga saat ini perseroan telah menyerap 40% dana hasil penerbitan MTN pada April 2019. Penggunaan dana hasil MTN banyak digunakan untuk pembelian kebutuhan bahan baku logam mulia. 

Sebagai informasi, emiten dengan kode saham HRTA ini menerbitkan MTN Syariah Mudharabah I senilai Rp250 miliar. Dana hasil penerbitan MTN setelah dikurangi dengan biaya-biaya penerbitan akan digunakan untuk pembukaan gerai sebesar 5%-10% dan modal kerja atau menambah perseroan sebesar 90%-95%. 

"Di 2019, perseroan mengalokasikan Rp10 miliar - Rp15 miliar untuk pembukaan gerai. Sisanya untuk keperluan bahan baku. Di 2018, kami hanya mengalokasikan Rp4 miliar untuk pembukaan gerai," imbuhnya. 

Sandra menambahkan, selain membuka gerai baru, perseroan mengembangkan anak usaha yakni pergadaian emas dan ecommerce. HRTA menargetkan dapat membuka usaha gadai di 4 titik di Jawa Barat dan 6 titik di Jawa timur hingga akhir tahun ini. 

Perseroan juga bakal merilis e-commerce dalam tahun ini. Sejumlah rencana ini sebagai strategi perseroan unntuk memperluas cakupan pasar dan penetrasi pasar yang lebih besar.  "Di Jawa Barat, kami sudah dapat izin usaha gadai dari OJK. Untuk di Jawa Timur, kami sedang urus izinnya," imbuhnya. 

Pada penutupan perdagangan Selasa (11/6/2019), saham HRTA parkir di level Rp252, naik 2 poin atau menguat 0,80%. Namun, secara year to date, saham HRTA terkoreksi 17,65%. Saham HRTA saat ini diperdagangan dengan PER 7,20 kali dan memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp1,16 triliun. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, Hartadinata Abadi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top