Harga Emas Masih Berpotensi Reli

Setelah meningkat tajam selama sepekan, harga emas diprediksi masih menguat pada perdagangan hari ini, sehingga investor disarankan melakukan aksi beli. Namun, investor disarankan stop loss di level US$$1.331 per troy ounce.
Hafiyyan | 10 Juni 2019 08:38 WIB
Model memerlihatkan aneka ukuran emas yang dijual di gerai layanan penjualan emas Aneka Tambang (Antam), di Kantor Pos Malang, Jawa Timur, Senin (6/2). - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah meningkat tajam selama sepekan, harga emas diprediksi masih menguat pada perdagangan hari ini, sehingga investor disarankan melakukan aksi beli. Namun, investor disarankan stop loss di level US$$1.331 per troy ounce.

Dalam publikasi risetnya, tim analis Valbury Asia Futures menyampaikan, harga emas melonjak 1% pada Jumat kemarin, atau level tertinggi sejak April 2018 seiring dengan perlambatan pertumbuhan tenaga kerja Amerika Serikat.

Di sisi lain, dolar AS melemah akibat ekspektasi Federal Reserve bakal memangkas suku bunga pada tahun ini. Harga emas juga diuntungkan dari kekhawatiran perang dagang AS dengan Meksiko dan China, sehingga menghambat perekonomian global.

“Harga emas naik lebih dari 2,5% pekan lalu, dan mendapat rekomendasi beli,” paparnya dalam riset, Senin (10/9/2019).

Pada pukul 9:00 WIB, harga emas spot terkoreksi 4,98 poin atau 0,37% menjadi US$1.335,88 per troy ounce. Harga emas Comex kontrak Agustus 2019 turun 5,5 poin atau 0,41% menuju US$1.340,60 per troy ounce.

Secara teknikal, Valbury menyarankan beli terhadap emas dengan target harga US$1.349—US$1.354 per troy ounce. Namun, investor disarankan melakukan stop loss di posisi US$1.331 per troy ounce.

Support : US$1.331,347, US$1.321,793, US$1.313,397
Resistan : US$1.349,297, US$1.357,693, US$1.367,247

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Emas Hari Ini

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top