Bangun Pabrik Pakan, Charoen Pokphand (CPIN) Habiskan Rp1,2 Triliun

Emiten peternakan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. berencana menghabiskan 50% belanja modal 2019 untuk pembangunan dua pabrik pakan anyar.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  17:47 WIB
Bangun Pabrik Pakan, Charoen Pokphand (CPIN) Habiskan Rp1,2 Triliun
Charoen Pokphand. - charoen

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten peternakan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. berencana menghabiskan 50% belanja modal 2019 untuk pembangunan dua pabrik pakan anyar.

Presiden Direktur CPIN, Tjiu Thomas Effendy mengatakan bahwa perseroan telah menyiapkan kocek sebesar Rp2,5 triliun untuk belanja modal 2019. Tjiu menjelaskan dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pakan, budidaya unggas serta pabrik pengemasan.

Tjiu kemudian memerinci lebih detail bahwa CPIN akan mengalokasikan Rp1,25 triliun untul pembangunan dua fasilitas pabrik pakan di Semarang dan Padang. Lalu sekitar Rp600 milliar digunakan budidaya perunggasan serta antisipasi kenaikan harga anak ayam atau day old chicken (DOC). Lalu, Rp250 milliar untuk pengembangan produk makanan olahan dan Rp400 milliar untuk penambahan kapasitas pabrik pengemasan.

"Untuk tambahan pabrik pakan ada di Semarang dan Padang. Rencananya kuartal III/2019 akan mulai beroperasi. Kita juga ada pabrik pengolahan di Medan, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sisanya [capex] akan untuk pabrik packaging," katanya, pada Kamis (23/5/2019).

Tjiu menjelaskan pabrik pengemasan mendapatkan alokasi lebih besar daripada pos produk olahan karena kebijakan pemerintah yang menghentikan importasi jagung. Oleh sebab itu, perseroan pun mengambil kebijakan untuk menambah kapasitas mesin pengering serta silo. Demi mengantisipasi musim tertentu di mana jagung sebagai komponen utama pakan ternak tidak diproduksi dalam negeri.

"Harga jagung tergantung musim panen bisa di bawah Rp4.000/kg saat panen raya tapi bisa di atas Rp5.000/kg saat tidak panen. Kami akan mengalokasikan [capex] untuk investrasi silo dan dryer gudang demi mengantisipasi saat panen raya jagung supaya kami punya storage dan safety stock," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur CPIN Jemmy menambahkan bila Rp2,5 triliun capex perseroan dapat terserap. Maka perusahaan peternakan terintegrasi itu akan mendapatkan tambahan kapasitas panbrik pakan 7 juta ton.

"Kapasitas pabrik pakan kami sekarang 5,5 juta ton dan nanti kalau itu selesai di Padang dan Semarang kurang lebih kapasitas kami bertambah antara 6,5 juta ton sampai 7 juta ton," katanya. Lebih lanjut, Jemmy menuturkan kapasitas penyimpangan jagung atau silo juga akan bertambah dari semula 370.000 ton menjadi dua kali lipatnya yaitu 740.000 ton pada akhir tahun.

Sebagai informasi, pos pakan ternak pada kuartal 1/2019 menyumbang 49% pendapatan perseroan atau setara dengan Rp7,05 triliun atau naik dibandingkan dengan kuartal I/2018 sebesar Rp5,74 triliun. Sementara itu, pos peternakan dapat menyumbang 40% pendapatan CPIN dengan nilai Rp5,83 triliun pada kuartal I/2019 atau naik dibandingkan dengan kuartal I/2018 Rp4,64 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, charoen pokphand indonesia

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top