Sawit Sumbermas (SSMS) Laksanakan Pengalihan Piutang

Emiten perkebunan, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) melakukan transaksi pengalihan piutang dan konversi hak tagih dengan total Rp2,51 triliun.
Sawit Sumbermas (SSMS) Laksanakan Pengalihan Piutang
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  17:12 WIB
Sawit Sumbermas (SSMS) Laksanakan Pengalihan Piutang
Logo SSMS - ssms.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten perkebunan, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) melakukan transaksi pengalihan piutang dan konversi hak tagih dengan total Rp2,51 triliun.

Corporate Secretary Sawit Sumbermas Sarana Swasti Kartikaningtyas mengungkapkan, dari total piutang, nilai yang akan dikoversi menjadi saham di PT Surya Borneo Industri (SBI) adalah Rp738,3 miliar. Atas rencana konversi tersebut, maka kepemilikan SSMS dan anak perusahaan SSMS di SBI setelah memperoleh persetujuan RUPST akan menjadi 49%.

"Sisanya senilai Rp1,7 triliun adalah total piutang yang dimiliki oleh SSMS terhadap CBI. Untuk piutang tersebut, maka CBI akan menerbitkan surat utang yang dapat ditukarkan atau dikonversi menjadi saham Citra Borneo Indah (CBI) di Citra Borneo Utama (CBU)," katanya kepada Bisnis.com, Kamis (23/5/2019).

Surat utang tersebut berjangka waktu 15 tahun dengan bunga 11% per tahun. Swasti menambahkan, surat utang tersebut tidak bersifat mandatory penukarannya. Sebab, ada tiga persyaratan yang harus dilaksanakan yakni laporan penilaian atas harga pasar wajar saham CBU, pendapat kewajaran atas transaksi tersebut dan diperolehnya sertifikat RSPO untuk CBU.

Dia menambahkan, bila tiga persyaratan tersebut dapat dipenuhi, maka surat utang tersebut dapat dikonversi.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, aksi korporasi ini merupakan pengalihan piutang yang dimiliki oleh SBI (Surya Borneo Industri) kepada SSMS, dengan skema konversi hak tagih atas pinjaman antarperusahaan.

Tujuan dan manfaat transaksi ini, pertama, menyelesaikan pinjaman atar perusahaan yang diberikan oleh perseroan dan anak perusahaan terkendali kepada CBI (Citra Borneo Indah) dan SBI.

Perlu diketahui, bahwa CBI merupakan induk perseroan besarta entitas-entias anaknya. Kepemilikan CBI di SSMS mencapai 53,75%.

Manfaat kedua yakni, perseroan dapat meningkatkan partisipasi modalnya di SBI dan CBU (pada saat surat utang yang diterbitkan oleh CBI kepada perseroan ditukarkan dengan sebagian saham CBU yang dimiliki oleh CBI) dan oleh karenanya diharapkan dapat mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar ketika rencana bisnis dan proyek-proyek yang diusung oleh kedua perusahaan tersebut direalisasikan.

Ketiga, SSMS juga mengharapkan dapat memperoleh pendapatan bunga pinjaman kepada CBI, khususnya selama surat utang yang diterbitkan oleh CBI kepada perseroan belum ditukarkan dalam sebagian saham CBU yang dimiliki oleh CBI.

Keempat, SSMS dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasi perseroan pada masa yang akan datang, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham perseroan. Bila transaksi ini berjalan lancar, maka SSMS dapat memperbaiki posisi keuangan, sehingga berdampak positif.

Dalam laporan keuangan akhir 2018, dalam aset lancar di pos pinjaman kepada pihak berelasi terdapat nilai Rp2,15 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, sawit sumbermas sarana

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top