Bumi Teknokultura Unggul (BTEK) Incar Rp509,05 Miliar dari Private Placement

dana hasil HMETD ini akan digunakan untuk melunasi utang perseroan dan untuk pendanaan untuk pengembangan kegiatan usaha pengolahan biji kakao.
Azizah Nur Alfi | 22 Mei 2019 10:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pengolahan biji kakao, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK) mengincar dana sebesar Rp509,05 miliar dari rencana penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement pada tahun ini.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dikutip pada Rabu (22/5/2019), BTEK akan berencana melaksanakan penerbitan saham sebanyak-banyaknya 4,63 miliar saham atau sebesar 9,99 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan kepada Golden Harvest Cocoa Limited sebesar 480,50 juta saham atau 1,04 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan, serta sisanya akan diterbitkan kepada investor strategis yang memberikan penawaran terbaik.

Adapun, dana hasil HMETD ini akan digunakan untuk melunasi utang perseroan dan untuk pendanaan untuk pengembangan kegiatan usaha pengolahan biji kakao. Atas rencana ini, perseroan akan meminta persetujuan rapat umum pemegang saham tahunan yang akan digelar pada 27 Juni 2019.

Direktur Keuangan Bumi Teknokultura Unggul Dhanny Cahyadi mengatakan, perseroan mengincar dana sebesar Rp509,05 miliar dari rencana tersebut untuk memperkuat struktur permodalan.

Adapun, dana yang diperoleh dari rencana penerbitan saham kepada Golden Harvest Cocoa Limited sebesar 480,50 juta saham akan digunakan untuk melunasi surat utang yang diterbitkan perseroan kepada OctagonWealth Panel Pte Ltd sebesar Rp52,83 miliar.

“Pelaksanaan penambahan modal ke GHCL dilakukan paling lambat akhir tahun 2019. Sedangkan pelaksanaan penambahan modal sampai dengan 2 tahun sejak diperolehnya persetujuan RUPS,” katanya.

Lebih lanjut, pada kuartal I/2019, perseroan mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang teratribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp360,970 juta, dari rugi Rp5,07 miliar pada kuartal I/2018. Pada periode yang sama, penjualan turun 30,87 persen menjadi Rp143,94 miliar.

Dia menjelaskan kinerja perseroan yang berbalik untung pada kuartal I/2019 seiring dengan strategi perseroan melakukan divestasi anak perusahaan pada tahuh lalu. Hal ini berdampak pada kondisi keuangan perseroan membaik.

Pada 2018, perseroan melakukan divestasi terhadap sejumlah 45.000 saham atau sebesar 80,00 persen

dalam PT Bangun Kayu Irian (BKI), serta sejumlah 70.020 saham atau sebesar 90,00  persen dalam PT Mitra Pembangunan Global (MPG). Divestasi dilakukan agar perseroan lebih fokus pada usaha pengolahan biji kakao.

Dhanny menambahkan berharap kinerja kuartal II/2019 dapat membaik dibandingkan sebelumnya.

 

“Kami harapkan kondisi pada kuartal II juga membaik,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kakao, aksi emiten

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top