Estika Tata Tiara (BEEF) Tambah Kapasitas Produksi Jadi 80 Ton per Hari

Emiten produsen dan distributor makanan olahan terintegrasi, PT Estika Tata Tiara Tbk. meningkatkan kapasitas produksinya atas produk-produk olahan makanan dan cold storage dalam kurun waktu setahun. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  12:03 WIB
Estika Tata Tiara (BEEF) Tambah Kapasitas Produksi Jadi 80 Ton per Hari
Direktur BEI Hasan Fawzi (kedua kanan) bersama Direktur Fithri (kedua kiri) berbincang dengan Direktur Utama PT Estika Tata Tiara Tbk. Yustinus Sadmoko (kanan), Direktur Independen Frederik Wattimena (kiri) dan Direktur Juanita Gracianti Adoe (tengah) disela-sela pencatatan saham perdana, di Jakarta, Kamis (10/1/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produsen dan distributor makanan olahan terintegrasi, PT Estika Tata Tiara Tbk. meningkatkan kapasitas produksinya atas produk-produk olahan makanan dan cold storage dalam kurun waktu setahun. 

Pembangunan perluasan unit bisnis pengolahan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani di Subang, Jawa Barat, pada Senin (20/5/2019).

Dalam keterangan resmi yang dikutip Selasa (21/5/2019), Direktur Utama Estika Tata Tiara Yustinus Sadmoko mengatakan, perluasan fasilitas baru perseroan di Subang bertujuan untuk menunjang lini bisnis produksi bakso, daging sapi portion cut, chicken nugget (naget ayam), dan produk makanan olahan lainnya. 

"Penambahan fasilitas ini diharapkan secara bertahap dapat meningkatkan produksi dari 40 ton menjadi 80 ton per hari atau 2.000 ton per bulan,” katanya. 

Melalui perluasan pembangunan pabrik makanan olahan dan cold storage di Subang ini, emiten dengan kode saham BEEF ini dapat berkontribusi positif untuk meningkatkan konsumsi makanan berprotein dan halal bagi masyarakat Indonesia.

"Kami menargetkan dalam waktu 5 tahun ke depan, Kibif akan menjadi salah satu produsen makanan olahan terbaik di Indonesia,” imbuhnya. 

Dia menyebutkan, pada 2018 tingkat konsumsi daging per kapita di 5 negara anggota Asean yakni Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Indonesia adalah sebesar 4,5 kg dengan produk domestik bruto (PDB) per kapita mencapai US$5,144. 

Di sisi lain, konsumsi daging sapi per kapita di Indonesia masih berada di bawah rata-rata, yaitu 2,6 kg per kapita dan PDB per kapita sebesar US$3,932. 

“Kibif sebagai perusahaan terbuka dan tercatat di papan transaksi Bursa Efek Indonesia secara konsisten mewujudkan komitmennya untuk meningkatkan konsumsi daging sapi dan produk protein halal di Indonesia. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kami,” katanya. 

Distributor daging Pizza Hut dan Hokben ini, mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal I/2019. Penjualan bersih tercatat Rp278,27 miliar atau tumbuh 38,28% secara tahunan. 

Penjualan bersih berasal dari segmen distribusi dan penjualan sebesar Rp288,72 miliar, pengolahan makanan Rp45,54 miliar, dan logistik Rp7,51 miliar. Dari penjualan itu terdapat eliminasi sebesar Rp63,50 miliar. Adapun, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik pesat sebesar 115,42% menjadi Rp14,95 miliar. 

Total aset perseroan per 31 Maret 2019 sebesar Rp695,64 miliar, naik dari total aset perseroan per 31 Desember 2018 sebesar Rp564,70 miliar. Total liabilitas dan ekuitas masing-masing sebesar Rp334,39 miliar dan Rp361,25 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
daging, kinerja emiten, pizza hut

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top