Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kurs Tengah Melemah, Mata Uang Asia Terdampak Penguatan Dolar AS

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (17/5/2019) di level Rp14.469 per dolar AS, melemah 11 poin atau 0,07 persen dari posisi Rp14.458 pada Kamis (16/5/2019).
Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Jumat (17/5/2019) di level Rp14.469 per dolar AS, melemah 11 poin atau 0,07 persen dari posisi Rp14.458 pada Kamis (16/5/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.541 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.397 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp144.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 13 poin atau 0,09 persen ke level Rp14.465 per dolar AS pada pukul 08.17 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (16/5), nilai tukar rupiah mampu berakhir terapresiasi 11 poin atau 0,08 persen di level Rp14.452 per dolar AS.

Rupiah mulai tergelincir dari penguatannya terhadap dolar AS ketika dibuka terdepresiasi 8 poin atau 0,06 persen di posisi 14.460. Sepanjang perdagangan pagi ini, kurs rupiah bergerak di kisaran Rp14.460-Rp14.465 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau turun tipis 0,040 poin atau 0,04 persen ke level 97,815 pada pukul 11.03 WIB, dari level penutupan sebelumnya.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka turun 0,02 persen atau 0,023 poin di posisi 97,832, setelah pada perdagangan Kamis (16/5) ditutup menguat 0,29 persen atau 0,286 poin di level 97,855.

Sepanjang perdagangan hari ini, indeks dolar AS bergerak di level 97,796 – 97,878.

Selain rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas melemah akibat terdampak ketegangan perdagangan AS-China dan penguatan dolar AS.

“Mata uang emerging market di Asia masih di bawah tekanan ke bawah di tengah berlanjutnya penguatan dolar,” ujar Tetsuya Yamaguchi, kepala analis teknis di Fujitomi Co., Tokyo, seperti dikutip Bloomberg.

“Kondisi ekonomi AS tidaklah buruk sehingga memacu permintaan untuk dolar AS, sementara mata uang emerging market rentan terhadap kekhawatiran tentang konflik perdagangan AS-China yang berkepanjangan. Kondisi seperti itu dapat berlangsung untuk sementara waktu,” jelasnya.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)

TanggalKurs

17 Mei

14.469

16 Mei

14.458

15 Mei

14.448

14 Mei

14.444

13 Mei

14.362

Sumber: Bank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper