Solusi Tunas Pratama (SUPR) Siapkan Capex hingga Rp500 Miliar

Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk. akan menganggarkan belanja modal sekitar Rp400 miliar—Rp500 miliar pada tahun ini.
Dwi Nicken Tari | 15 Mei 2019 14:52 WIB
Dirut PT Solusi Tunas Pratama Nobel Tanihaha (kedua kiri) bersama Komisaris Independen Muhammad Senang Sembiring ( dari kiri) berbincang dengan Direktur Juliawati Gunawan, Direktur Independen Tommy Gustavi Utomo, dan Komisaris Utama Jonathan Yuwono, sebelum RUPST, di Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten penyedia infrastruktur telekomunikasi, PT Solusi Tunas Pratama Tbk. akan menganggarkan belanja modal sekitar Rp400 miliar—Rp500 miliar pada tahun ini.

Direktur Utama Solusi Tunas Pratama Nobel Tanihaha menjelaskan bahwa belanja modal tersebut akan digunakan untuk kolokasi menara dan sebagian akan digunakan untuk memperpanjang kabel serat optik.

“Capex akan digunakan untuk kolokasi, sebagian ke fiber optic,” kata Nobel kepada Bisnis.com setelah paparan publik, di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Nobel mengungkapkan bahwa pada tahun ini emiten berkode saham SUPR tersebut bakal menambah sekitar 1.000 penyewa atau tenancy pada tahun ini. Sementara itu, dari sisi bisnis non-core, yaitu fiber optic, perseroan berencana menambah sekitar 5.000 km lagi.

Adapun per Maret 2019, SUPR telah memiliki kabel serat optik sepanjang 3.300 km. “Kami akan tambah 5.000 km lagi, mungkin totalnya nanti sekitar 8.000-an km tahun ini,” tutur Nobel.

Direktur Keuangan Solusi Tunas Pratama Juliawati Gunawan menyampaikan, belanja modal tersebut akan diambil dari kas internal. Dirinya mengaku, SUPR belum memiliki rencana untuk menghimpun dana lewat pasar modal.

“Secara keseluruhan, [capex] di kisaran Rp400 miliar — Rp500 miliar. Lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar Rp370 miliar, karena tahun ini memang orderkami lebih banyak di pipeline,” kata Juliawati.

Sementara itu, dari potensi pertumbuhan anorganik, Nobel mengungkapkan telah ada beberapa deal yang sedang berjalan. Dirinya mengatakan bahwa perseroan masih melihat kesipan dari para penjual dan mencermati harga yang menarik.

“Kami lihat kesiapan yang mau jual, kami selalu menangkan peluang kalau anorganik bisa ambil ya kenapa tidak, tapi harga mesti menarik dulu,” ujar Nobel.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, solusi tunas pratama

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup