Kurs Jisdor Melemah 82 Poin, Perang Dagang AS-China Terus Gencet Rupiah

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.444 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (14/5/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 14 Mei 2019  |  11:00 WIB
Kurs Jisdor Melemah 82 Poin, Perang Dagang AS-China Terus Gencet Rupiah
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.444 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (14/5/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.444 per dolar AS, melemah 82 poin atau 0,57 persen dari posisi Rp14.362 pada Senin (13/5).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 32 poin atau 0,22 persen ke level Rp14.455 per dolar AS pada pukul 08.54 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (13/5), nilai tukar rupiah berakhir melemah 96 poin atau 0,67 persen di level Rp14.423 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah mulai melanjutkan pelemahannya terhadap dolar AS setelah dibuka terdepresiasi tipis 3 poin atau 0,02 persen di posisi 14.426. Sepanjang perdagangan pagi ini, kurs rupiah bergerak di kisaran Rp14.426-Rp14.455 per dolar AS.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau naik 0,035 poin atau 0,04 persen ke level 97,354 pada pukul 09.52 WIB, dari level penutupan sebelumnya.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka stagnan di posisi 97,319, setelah pada perdagangan Senin (13/5) ditutup turun tipis 0,01 persen atau 0,011 poin di level 97,319.

Sepanjang perdagangan pagi ini, indeks dolar AS bergerak di level 97,271 – 97,355.

Dilansir Bloomberg, rupiah menyentuh level terlemahnya dalam lebih dari empat bulan terhadap dolar AS ketika minat terhadap aset berisiko tetap lesu akibat eskalasi tensi perdagangan AS-China.

Pada Senin (13/5), pemerintah China mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif terhadap produk-produk senilai US$60 miliar asal Amerika Serikat. Langkah ini adalah bentuk balasan atas kenaikan tarif yang dilakukan sebelumnya oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

“Kami memperkirakan Bank Indonesia akan menyoroti ketidakpastian pada pasar keuangan juga risiko terhadap pertumbuhan global dan Indonesia menyusul intensifikasi ketegangan perdagangan AS-China,” ujar Mitul Kotecha, pakar strategi pasar berkembang senior di TD Securities dalam risetnya.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Nanang Hendarsah mengatakan BI siap untuk melakukan intervensi pada pasar obligasi, spot valas, dan NDF lokal guna mempertahankan kepercayaan pasar.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

TanggalKurs

14 Mei

14.444

13 Mei

14.362

10 Mei

14.347

9 Mei

14.338

8 Mei

14.305

Sumber: Bank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top