Kamus Bursa: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Saham

Tidak bisa dikatakan mana yang paling berpengaruh, tetapi biasanya faktor fundamental dipakai untuk menentukan saham apa yang ingin dibeli. Untuk teknikal adalah untuk menentukan kapan mau jual dan masuk.
JIBI | 13 Mei 2019 22:59 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Harga saham dipengaruhi dua faktor utama, yaitu faktor fundamental dan faktor teknikal. Dua faktor tersebut bisa menjadi pertimbangan saham apa yang ingin dimiliki investor, dan kapan melakukan transaksi.

Tidak bisa dikatakan mana yang paling berpengaruh, tetapi biasanya faktor fundamental dipakai untuk menentukan saham apa yang ingin dibeli. Untuk teknikal adalah untuk menentukan kapan mau jual dan masuk.

Analisis fundamental berguna untuk mengetahui kondisi perusahaan, yakni dengan mempelajari hal yang berkaitan dengan kondisi dasar (fundamental) sebuah perusahaan, baik secara kuantitatif (keuangan), maupun kualitatif (nonkeuangan).

Saat melakukan pertimbangan dengan melihat faktor fundamental, sering dikatakan sebagai top down analisis.

Mengingat analisis yang dilakukan adalah mulai dari melihat perkembangan makro ekonomi, tahap selanjutnya mempertimbangkan prospek sentor atau industri, kemudian melihat masa depan kinerja perusahaan.

  1. Kondisi makro ekonomi
    1. Suku bunga
    2. Pertumbuhan ekonomi
    3. Stabilitas politik
  2. Pertumbuhan sektoral/industri
  3. Fundamental perusahaan
    1. Pengurus/manajemen perusahaan
    2. Kinerja keuangan
  4. Menghitung nilai wajar (fair price) alias nilai intrinsik sebuah saham.

Ada 6 rasio keuangan penting dalam analisis fundamental

  1. Earning per share (EPS) = laba bersih: jumlah lembar saham
  2. Price to earning ratio (PER) = Harga Saham : Laba per Lembar Saham (EPS)
  3. Price to book value (PBV) = Harga Saham : Nilai Buku per Lembar Saham (BV)
  4. Return on equity (ROE) = Laba Bersih : Kekayaan Bersih
  5. Dividend yield (DY) = Dividend per Lembar Saham : Harga Saham
  6. Debt to equity ratio (DER) = Total utang : Kekayaan Bersih (Modal Sendiri)

Analisis Teknikal

Untuk analisis teknikal tidak melihat kinerja, tetapi data historis harga saham. Bentuk grafik yang bisa mencerminkan semua, apakah saham sudah support atau resistance. Sudah murah atau mahal. Analisis ini juga dipakai untuk memprediksi pergerakan harga saham ke depan.

Analisis teknikal di pasar keuangan modern bermula dari Teori Dow, yang muncul dari publikasi Charles H.Dow (1851-1902), seorang wartawan dan editor Wall Street Journal. Ia juga pendiri Dow Jones and Company.

Faktor fundamental dan teknikal digunakan sebagai analisis kuantitatif untuk mengetahui data sebelumnya mengenai suku bunga, variable ekonomi dan nilai saham. Analisis ini penting bagi investor untuk membuat keputusan berinvestasi di saham.

Untuk beberapa kasus saham, dua analisis di atas terkadang tidak mempan, karena penggeraknya adalah ‘bandar’ atau di market biasa dikenal dengan istilah ‘saham gorengan.’ Jika saham masuk kategori ini, bisa dipastikan analisis teknikal maupun fundamental tidak ada gunanya. Biasanya terjadi pada saham murah dan dengan kapitalisasis kecil.

Contoh analisis teknikal saham TLKM.

Sumber Tulisan: https://market.bisnis.com/read/20131113/7/186072/kamus-bursa-faktor-yang-mempengaruhi-harga-saham

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, rekomendasi saham

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup