Minyak Mentah Turun, Harga Batu Bara Lanjutkan Pelemahan

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup dengan pelemahan 1,24 persen atau 1,10 poin ke level US$87,90 per metrik ton.
Minyak Mentah Turun, Harga Batu Bara Lanjutkan Pelemahan Aprianto Cahyo Nugroho | 26 April 2019 08:59 WIB
Minyak Mentah Turun, Harga Batu Bara Lanjutkan Pelemahan
Ilustrasi pengeboran minyak - Reuters/Ernest Scheyder

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle ditutup melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (25/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup dengan pelemahan 1,24 persen atau 1,10 poin ke level US$87,90 per metrik ton.

Harga batu bara melanjutkan pelemahannya setelah pada perdagangan Rabu (24/4/2019) ditutup turun 0,5 persen atau 0,45 poin ke level US$89,00 per metrik ton.

Sementara itu di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Juli 2019 ditutup melemah 0,16 persen atau 0,1 poin ke level US$63,2 per metrik ton pada perdagangan Kamis.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah Brent gagal mempertahankan kenaikannya berakhir melemah pada perdagangan Kamis di tengah serangkaian aksi jual teknikal.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak mentah acuan global Brent untuk pengiriman Juni 2019 ditutup turun 22 sen di level US$74,35 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent diperdagangkan premium sebesar US$9,14 terhadap WTI.

Adapun harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni 2019 berakhir melemah 68 sen di level US$65,21 per barel di New York Mercantile Exchange, setelah sempat menanjak hingga menyentuh level 66,28 pada sesi tersebut.

Masing-masing bursa berjangka minyak di London dan New York itu menurun setelah minyak acuan global menembus level kunci untuk pertama kalinya sejak Oktober di awal sesi.

Sementara itu, minyak patokan di Amerika Serikat (AS) WTI melemah setelah naik melampaui level US$66 per barel. Harga minyak sebelumnya melonjak karena keputusan AS untuk memperketat sanksi Iran berikut kontaminasi dalam pengiriman Rusia memicu kekhawatiran soal pasokan.

“Ini bersifat teknis. Semua orang mengamati wilayah level US$65-US$70 dan setelah kita mematahkan level support itu, tampaknya memicu aksi jual,” terang John Kilduff, mitra di Again Capital LLC. 

Pergerakan harga batu bara kontrak Juni 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

25 April

87,90

(-1,24 persen)

24 April

89

(-0,5 persen)

23 April

89,45

(+1,65 persen)

22 April

88,0

(+1,14 persen)

 Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top