Bursa Asia Mixed, IHSG Melemah Lebih dari 1 Persen pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 1,01 persen atau 65,12 poin ke level 6.382,77 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,37 persen atau 24,05 poin ke level 6.423,84.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 25 April 2019  |  13:13 WIB
Bursa Asia Mixed, IHSG Melemah Lebih dari 1 Persen pada Akhir Sesi I
Karyawati bearktivitas di samping papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (27/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah lebih dari 1 persen pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (25/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG melemah 1,01 persen atau 65,12 poin ke level 6.382,77 pada akhir sesi I, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,37 persen atau 24,05 poin ke level 6.423,84.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.382,73 – 6.431,59. Adapun pada perdagangan Rabu (24/4), IHSG ditutup melemah 0,23 persen atau 14,94 poin di level 6.447,88.

Seluruh sembilan indeks sektoral menetap di zona merah, didorong sektor properti yang melemah 1,84 persen dan industri dasar yang melemah 1,74 persen.

Sebanyak 137 saham menguat, 245 saham melemah, dan 250 saham stagnan dari 632 saham yang diperdagangkan hari ini.

Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing melemah 2,93 persen dan 1,14 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG siang ini.

Reliance Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak cenderung melemah dalam jangka waktu menengah.

Kepala Riset Lanjar Nafi mengatakan IHSG  berpeluang kembali menguat menguji psikologis kelevel 6.500 pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.394-6.500.

Dia menjelaskan secara teknikal IHSG kembali bergerak menguji MA50 dikisaran level 6.460an setelah mengalami false break bearish trend. Indikator stochastic masih mengarah pada pergerakan bearish pada area middle oscillator menuju oversold.

IHSG melemah di saat indeks saham lainnya di kawasan Asia bergerak fluktuatif siang ini, di antaranya indeks Nikkei 225 dan Topix yang turun masing-masing 0,49 persen dan 0,52 persen, sedangkan indeks Shanghai Composite melemah 0,82 persen.

Dilansir Bloomberg, bursa saham Asia diperdagangkan mixed pada hari Kamis, setelah berlanjutnya tanda-tanda perlambatan ekonomi di seluruh dunia.

Bank of Japan memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi dan berkomitmen untuk mempertahankan suku bunga rendah hingga tahun 2020. Sementara itu, ekonomi PDB Korea Selatan secara tak terduga berkontraksi pada kuartal I-2019.

Kejutan pendapatan positif di Eropa telah menghapus kekhawatiran terhadap prospek ekonomi kawasan itu, namun investor di Asia masih mempertanyakan kemungkinan stimulus lebih lanjut di China. Investor juga masih menantikan data PDB kuartal pertama AS yang akan dirilis hari Jumat.

"Secara keseluruhan, kami telah melihat pendapatan yang agak lebih baik dari yang diperkirakan," kata Bill Merz, kepala penelitian di US Bank Wealth Management, seperti dikutip Bloomberg.

"Tapi kami melihat pelemahan dalam data ekonomi di seluruh dunia, dan sementara ada beberapa tanda potensi bottoming di luar AS, kami memang melihat cukup tanda-tanda perlambatan pertumbuhan," lanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup