Dolar AS Bergerak di Kisaran Level Tertinggi dalam 22 Bulan

Indeks dolar AS bergerak di dekat level tertinggi 22 bulan terakhir seiring dengan moncernya data penjualan rumah yang meredam kekhawatiran perlambatan ekonomi Paman Sam.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 24 April 2019  |  12:34 WIB
Dolar AS Bergerak di Kisaran Level Tertinggi dalam 22 Bulan
Ilustrasi - Dolar AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks dolar AS bergerak di dekat level tertinggi 22 bulan terakhir seiring dengan moncernya data penjualan rumah yang meredam kekhawatiran perlambatan ekonomi Paman Sam.

Pada perdagangan Rabu (24/4/2019) pukul 11.30 WIB, indeks dolar AS (DXY) menguat 0,021 poin atau 0,02% menjadi 97,657. Harga sebelumnya sempat mencapai level 97,777, atau level tertinggi sejak Juni 2017.

Artinya, pergerakan DXY hari ini berada di kisaran level tertinggi dalam 22 bulan terakhir. Level puncak tersebut sebelumnya sempat dicapai pada 7 Maret 2019 di harga 97,667.

Indeks dolar versus sekeranjang enam mata uang utama diperdagangkan di 97,66 setelah naik menjadi 97,777 semalam, tertinggi sejak Juni 2017.

DXY merupakan perbandingan greenback terhadap enam mata uang utama dunia. Besar bobot masing-masing mata uang ditentukan oleh Federal Reserve berdasarkan pengaruhnya terhadap perdagangan Amerika Serikat.

Bobot yang paling besar terhadap DXY adalah mata uang Euro (EUR) sebesar 57,6%, disusul yen (JPY) 13,6%, pound sterling (GBP) 11,9%, dolar Kanada 9,1%, krona Swedia 4,2%, dan franc Swiss 3,6%.

Tim analis Monex Investindo Futures dalam laporannya menuliskan, dolar AS melayang di dekat level tertinggi 22 bulan terhadap mata uang utama lainnya pada hari Rabu, setelah rilis data perumahan AS yang kuat.

“Sebanyak 692.000 unit rumah terjual di bulan Maret lalu, lebih tinggi daripada estimasi 647.000 dan angka penjualan Februari sebanyak 662.000 ynit rumah,” paparnya.

Data yang menunjukkan penjualan rumah keluarga itu melonjak mendekati level tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir. Data penjualan rumah menjadi sentimen positif, setelah baru-baru ini data penjualan ritel dan ekspor AS menunjukkan hasil positif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top