REKOMENDASI SAHAM : Akuisisi Ophir Energy Mampu Bawa Medco (MEDC) Tembus Rp1.200?

Akuisisi Ophir Energy yang dilakukan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. diyakini tidak hanya berdampak positif terhadap keuangan perseroan tetapi juga kinerja saham. Mampukah laju perseroan di pasar modal menembus Rp1.200?
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 23 April 2019  |  07:25 WIB
REKOMENDASI SAHAM : Akuisisi Ophir Energy Mampu Bawa Medco (MEDC) Tembus Rp1.200?
Medco Incar Blok Corridor

Bisnis.com, JAKARTA -- Akuisisi Ophir Energy yang dilakukan oleh PT Medco Energi Internasional Tbk. diyakini tidak hanya berdampak positif terhadap keuangan perseroan tetapi juga kinerja saham. Mampukah laju perseroan di pasar modal menembus Rp1.200?

Emiten berkode saham MEDC itu telah meraih restu pemegang saham Ophir untuk mengakuisisi saham perseroan melalui Medco Global senilai total 408,4 juta pound sterling.

Aksi akuisisi itu dinilai sebagai peluang yang baik bagi perseroan untuk memperoleh portofolio aset yang saling melengkapi, meningkatkan skala, diversifikasi, serta memberikan potensi pertumbuhan.

Aksi korporasi itu ditargetkan rampung pada akhir kuartal II/2019. Manajemen MEDC memproyeksikan proforma produksi akan naik dari 85 Thousand Barrels of Oil Equivalents Per Day (Mboeped) menjadi sekitar 110 Mboepd setelah akuisisi Ophir. 

Sebagai catatan, Medco Energi Internasional melaporkan penjualan minyak dan gas bumi berkontribusi sekitar US$980,15 juta dari total pendapatan 2018. Realisasi itu tumbuh 17,44% dari US$834,61 juta pada 2017.

Kontributor kedua ditempati oleh penjualan tenaga listrik dan jasa terkait lainnya dengan US$235,85 juta pada 2018. Nilai itu tumbuh 249,41% dari US$67,50 pada 2017.

Dengan demikian, total pendapatan yang dikantongi perseroan senilai US$1,21 miliar pada 2018. Posisi tu naik dari US$905,11 juta pada 2017.

Akan tetapi, perseroan tercatat membukukan rugi US$51,30 juta pada 2018. Kondisi itu berbanding terbalik dari laba US$127,09 juta pada 2017.

MEDC saat ini melakukan eksplorasi dan memproduksi minyak dan gas. Selain itu, perseroan juga mengoperasikan pembangkit listrik tenaga gas, panas bumi, dan air melalui kepemilikan saham di Medco Power Indonesia (MPI) sebesar 88%. 

Di pasar modal, Bloomberg mencatat saham MEDC menguat 35 poin atau 4,19% ke level Rp870 pada penutupan perdagangan, Senin (22/4). Total kapitalisasi pasar yang dimiliki senilai Rp15,52 triliun.

Untuk periode berjalan 2019, saham MEDC telah menguat 27,01%. Pergerakan harga menyentuh level terendah Rp685 dan tertinggi Rp1.060.

Dalam riset yang dipublikasikan melalui Bloomberg, analis BCA Sekuritas Willy Suwanto dan Pandu Anugrah menuliskan jika semuanya berjalan lancar, MEDC akan menyelesaikan akuisisi Ophir Energy menjelang akhir Juni 2019.

Dengan volume produksi dari aset Ophir yang diperkirakan mencapai 25 mboepd, pihaknya menantikan peningkatan bertahap terhadap pendapatan.

Pihaknya memberikan rekomendasi beli untuk saham MEDC. Target harga saham berada di level Rp950 per lembar.

Sementara itu, Head of Research Ciptadana Sekuritas  Arief Budiman menuliskan bahwa terlihat kenaikan pendapatan yang solid dari segmen migas MEDC 17% secara tahunan menjadi US$980 juta.

Pencapaian itu menurutnya didorong oleh kenaikan harga minyak sebesar 32% menjadi US$67,8/ barrel (bbl) dan gas US$6,4/ MMbtu.

Dia masih mempertahankan rekomendasi beli untuk saham MEDC. Target harga per saham berada di level Rp1.200 per lembar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
medco, rekomendasi saham, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top