Jadi yang Terkuat di Asia, Rupiah Ditutup menguat ke Rp14.045/US$

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan rupiah menguat 0,28 persen atau 40 poin ke level Rp14.045 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 April 2019  |  17:04 WIB
Jadi yang Terkuat di Asia, Rupiah Ditutup menguat ke Rp14.045/US$
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA— Rupiah ditutup di zona hijau, sekaligus menjadi yang terkuat di antara mata uang lain di Asia pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (18/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan perdagangan rupiah menguat 0,28 persen atau 40 poin ke level Rp14.045 per dolar AS dari level penutupan sebelumnya.

Di awal perdagangan, rupiah dibuka dengan penguatan 82 poin atau 0,58 persen ke level Rp14.003 per dolar AS. Adapun pada pada akhir perdagangan Selasa (16/4/2019) ditutup melemah 0,16 persen atau 22 poin ke level Rp14.085 per

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.000-Rp14.052 per dolar AS.

Dilansir Bloomberg, rupiah menguat setelah hasil quick count Pemilihan Presiden 2019 menunjukkan pasangan calon Joko Widodo – Ma’ruf Amin unggul atas Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Berdasarkan pantauan quick count Bisnis.com, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sementara unggul dengan rata-rata 54 persen dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandiaga yang meraih rata-rata 46 persen suara.

Sejumlah analis memperkirakan rupiah menguat lebih lanjut dan lebih banyak arus masuk ke dalam pasar obligasi Indonesia.

“Dengan asumsi hasil akhir mengkonfirmasi kemenangan Jokowi, saya berharap akan melihat lebih banyak aliran modal ke dalam obligasi dan semakin menguatnya rupiah,” kata Tay Ek Pon, manajer portofolio senior di BNP Paribas Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong mengatakan pemerintah memperkirakan pertumbuhan investasi asing langsung (FDI) tahun ini mencapai dua digit setelah terpilihnya kembali Presiden Joko Widodo.

“Ada kemungkinan untuk mendorong pertumbuhan FDI jika pemerintah dapat menghasilkan kegembiraan yang cukup untuk hingga masa jabatan kedua presiden,” ungkap Thomas dalam wawancara dengan Bloomberg di Jakarta, Kamis (18/4).

Rupiah menguat paling tajam di antara mata uang Asia hari ini yang mayoritas bergerak melemah. Penguatan rupiah disusul oleh yen Jepang yang terapresiasi 0,16 persen. Di sisi lain, yuan Offshore China melemah paling tajam sebesar 0,38 persen.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, hari ini terpantau menguat 0,31 persen atau 0,301 poin ke level 97,310 pada pukul 16.43 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan tipis 0,001 poin ke level 97,010. Adapun pada perdagangan Rabu 0,04 persen atau 0,042 poin ke level 97,135. Adapun pada akhir perdagangan Rabu (17/4), indeks dolar AS ditutup melemah 0,04 persen atau 0,034 poin ke level 97,009.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gonjang Ganjing Rupiah

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top