Ricky Putra Globalindo (RICY) Incara Laba Tumbuh 10% di 2019

Emiten tekstil, PT Ricky Putra Globalindo Tbk. optimistis dapat mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 10% pada 2019, setelah tertekan 6,65% pada 2018. 
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 17 April 2019  |  17:01 WIB
Ricky Putra Globalindo (RICY) Incara Laba Tumbuh 10% di 2019
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten tekstil, PT Ricky Putra Globalindo Tbk. optimistis dapat mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 10% pada 2019, setelah tertekan 6,65% pada 2018. 

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian 2018, emiten dengan kode saham RICY ini membukukan penjualan bersih sebesar Rp2,11 triliun atau naik 31,71% dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp1,60 triliun. 

Penjualan berasal dari usaha pabrikasi benang yang berkontribusi 52,49%, diikuti pabrikasi pakaian dalam dan luar sebesar 32,76%, dan perdagangan sebesar 14,74%. 

Sementara itu, laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp11,73 miliar pada 2018. Perolehan laba bersih tahun lalu turun 6,65% dari perolehan pada tahun sebelumnya sebesar Rp12,57 miliar. 

Direktur Ricky Putra Globalindo Tirta Heru Citra mengatakan, laba bersih yang tertekan sepanjang tahun lalu disebabkan faktor selisih kurs sejalan dengan pelemahan rupiah sepanjang tahun lalu. 

Perseroan melakukan transaksi dengan mata uang asing di antaranya untuk pembelian bahan baku. Rugi selisih kurs sebesar Rp16,11 miliar, naik 187,68% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp5,61 miliar. 

"Faktornya kami ada terkena selisih kurs sehingga laba kami agak tertekan," katanya pada Selasa (17/4/2019). 

Meski demikian, perseroan optimistis dapat mencetak pertumbuhan laba minimal 10% atau mencapai Rp12,90 miliar pada tahun ini. Target pertumbuhan laba itu ditopang dari penjualan yang diincar mencapai Rp2,53 triliun atau tumbuh 20% di tahun yang sama. 

Optimisme terhadap pertumbuhan laba seiring dengan upaya perseroan melakukan banyak efisiensi di pabrik, serta proyeksi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS lebih stabil pada tahun ini. Guna mencapai target penjualan itu, perseroan bakal mengoptimalkan penjualan lokal yang saat ini berkontribusi 84,49% terhadap penjualan tahun lalu. 

"Target 2019, kami harapkan bisa naik 20% untuk omset. [Laba bersih] minimal naik 10% dari tahun 2018," imbuhnya. 

Pada perdagangan Selasa (17/4/2019), saham RICY ditutup menguat 1,05% ke level Rp193 atau naik 2 poin. Secara year to date, saham ini telah menguat 17,68%. Saat ini saham RICY diperdagangkan pada PER 10,72 kali dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp123,85 miliar. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt ricky putra globalindo

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup