Kuartal I/2019, Kapuas Prima Coal (ZINC) Klaim Realisasi Penjualan Stabil

Emiten pertambangan dan perdagangan, PT Kapuas Prima Coal Tbk. mengklaim realiasi penjualan masih stabil sejalan dengan masih dilakukan uji coba pabrik flotasi kedua.
M. Nurhadi Pratomo | 15 April 2019 08:10 WIB
Kapuas Prima Coal - kapuasprima.co.id

Bisnis.com,JAKARTA— Emiten pertambangan dan perdagangan, PT Kapuas Prima Coal Tbk. mengklaim realiasi penjualan masih stabil sejalan dengan masih dilakukan uji coba pabrik flotasi kedua.

Direktur Keuangan Kapuas Prima Coal Hendra Susanto mengatakan realisasi penjualan masih stabil pada kuartal I/2019. Menurutnya, belum ada pertumbuhan signifikan karena flotasi kedua masih dalam tahap uji coba.

“Tetapi, dari kuartal II/2019 ke atas, akan inline dengan target 450.000 ton ore pada 2019,” ujarnya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan bahwa selama kuartal I/2019 banyak penumpukan ore yang siap diproses begitu pabrik flotasi kedua siap beroperasi. Pihaknya mengklaim persiapan fasilitas itu sudah mencapai tahap final pada awal April 2019.

“Moga-moga dalam waktu dekat akan mulai berjalan optimal dengan kapasitas 1.500 ton—2.000 ton per hari,” imbuhnya.

Hendra menambahkan selama kuartal I/2019 perseroan lebih banyak memproses ore dengan kadar-kadar tinggi. Pergerakan harga zinc atau seng, sejak Desember 2018—Maret 2019, menurutnya telah melonjak hingga 18%.

Berdasarkan pemberitaan Bisnis.com sebelumnya, emiten berkode saham ZINC itu memproyeksikan produksi bijih dapat meningkat menjadi 450.000 ton pada 2019. Target itu sejalan dengan pengoperasian pabrik flotasi kedua.

Dengan demikian, penjualan konsentrat diproyeksikan perseroan akan meningkat di atas 70.000 ton. Komposisi seng dan timbal diperkirakan tidak banyak berubah pada 2019 sekitar 65% banding 35%.

Emiten berkode saham ZINC itu melaporkan pendapatan Rp754,55 miliar pada tahun lalu. Jumlah itu tumbuh 73,12% dari Rp435,86 miliar pada 2017.

Dari situ, beban pokok pendapatan yang dikeluarkan perseroan senilai Rp482,90 miliar pada 2018. Nilai itu naik 66,54% dari Rp289,96 miliar pada 2017.

Total laba kotor yang dibukukan perseron senilai Rp271,64 miliar pada 2018. Realisasi tersebut naik 86,20% dari Rp145,89 miliar pada 2017.

Dengan demikian, ZINC membukukan laba tahun berjalan senilai Rp110,15 miliar. Pencapaian itu tumbuh 143,48% dari Rp45,24 miliar pada 2017.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emiten tambang, kinerja emiten

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup