MAPI Sebut Industri Ritel Mulai Pulih

PT Mitra Adi Perkasa Tbk. berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih lebih dari 119% dari Rp334,65 miliar pada 2017 menjadi Rp735,8 miliar pada 2018.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 14 April 2019  |  12:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— PT Mitra Adi Perkasa Tbk. berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih lebih dari 119% dari Rp334,65 miliar pada 2017 menjadi Rp735,8 miliar pada 2018.

Sekretaris perusahaan MAPI, Fetty Kwartati mengatakan raupan laba bersih perusahan dikarenakan pertumbuhan toko yang sama sebesar 8% sejalan dengan penambahan gerai baru sebesar 60.000 meter persegi melalui gerai-gerai dari portofolio MAP seperti sport, kids, leisure, fashion, food&beverage, dan supermarket.

“Juga merupakan buah dari langkah transformasional yang dilakukan secara menyeluruh di bisnis unit dan supporting unit. Selain mengeksplorasi Indonesia, kami juga menyasar pasar di Thailand dan Vietnam,”katanya kepada Bisnis Rabu (10/4/2019).

Menurut Fetty, tahun lalu merupakan tahun dimana industri ritel mengalami pemulihan secara positif, terutama di segmen middle class dan middle upper class. Penguatan itu, kata Fetty akan berlanjut tahun ini dimana trennya akan lebih menonjol pada semester II/2019.

Sentimen positifnya lanjut dia, tentunya karena pertumbuhan dari middle & affluent class setiap tahunnya meningkat. Indonesia, kata dia, merupakan negara terbesar ke-4 dengan penduduk usia muda yang berkembang pesat. Sepanjang paruh pertama tahun ini sumbangan penjualan diperkirakan meningkat dari ramadhan, lebaran festive sekaligus juga musim liburan.

MAPI telah berstrategi untuk melakukan pendekatan 360 derajat dengan menyasar msyarakat menengah di Indonesia. Caranya, MAPI melakukan eksplorasi baru di sektor Cosmetic & Beauty selain lini bisnsi Sephora, Health & Wellnes, inisiatif digital, e-commerce dan juga mempromosikan bisnis model online to offline.

Sejumlah kondisi itu, mendorong MAPI berani memasang target pertumbuhan penjualan dan pendapatan serta laba sebesar 15% atau lebih. Kuncinya, kata dia terletak pada penambahan gerai baru 75.000 meter persegi dengan motor penggerak adalah divisi active, fast fashion retailing dan starbucks.

Target pertumbuhan toko yang sama tahun ini disusun 5% dengan kepentingan belanja modal tahun ini mencapai Rp1,3 triliun untuk pembukaan toko baru dan renovasi, hampir sama dengan tahun lalu.

Tahun ini target pertumbuhan penjualan 15%, pertumbuhan juga 15% atau lebih. Penambahan gerai baru 75.000 sqm dengan key growth engine adalah divisi active, fast fashion retailing dan starbucks.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mitra adiperkasa

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top