Impor Bijih Besi China Naik 3,34 Juta Ton pada Maret 2019

Impor bijih besi China naik 3,34 juta ton pada bulan lalu, lantaran sejumlah pabrik baja menambah persediaan sehubungan pembatasan produksi musim dingin mulai berakhir.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 12 April 2019  |  16:33 WIB
Impor Bijih Besi China Naik 3,34 Juta Ton pada Maret 2019
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Impor bijih besi China naik 3,34 juta ton pada bulan lalu, lantaran sejumlah pabrik baja menambah persediaan sehubungan pembatasan produksi musim dingin mulai berakhir.

Data pabean China menunjukkan hal tersebut, Jumat (12/4/2019). Kedatangan bahan baku pembuatan bijih besi itu di pelabuhan tercatat mencapai 86,42 juta pada Maret.  Jumlah tersebut naik 3,34 juta ton dari 83,08 juta pada Februari 2019. Sementara itu, dibandingkan dengan periode yang sama, impor tersebut naik 630.000 ton dari 85,79 juta ton.

Sepanjang kuartal I/2019, China telah mendatangkan 261 juta ton bijih besi. Angka itu turun 3,5% dari 270,4 juta ton pada periode yang sama tahun lalu.

“Permintaan domestik China mulai terlihat mengalami peningkatan besar sejak pertengahan Maret karena pabrik baja secara bertahap melanjutkan produksi,” kata Fan Lu, analis dari Sinosteel Futures seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/4/2019).

Tetapi analis juga memperingatkan bahwa harga bijih besi yang tinggi dapat mempengaruhi perdagangan bijih besi dalam waktu dekat.

"Pabrik baja masih berhati-hati dalam pembelian saat ini ... Mereka hanya membeli dalam jumlah kecil yang dapat mendukung penggunaan selama beberapa hari," kata Zhu Hao, analis dari Orient Futures.

Pembatasan produksi musim dingin yang bertujuan untuk mengurangi polusi di China utara sebagian besar dicabut pada akhir Maret. Meskipun demikian, beberapa daerah, termasuk pusat pembuatan baja utama Tangshan dan Handan, melanjutkan beberapa pembatasan hingga kuartal kedua tahun ini.

Berdasarkan data Xiben New Line E-commerce, sebuah perdagangan baja, persediaan rata-rata bijih besi impor di perusahaan baja menengah dan besar di China naik menjadi 30,4 hari penggunaan pada akhir Maret, dari sekitar 28,5 hari pada Februari. 

Sementara itu, tingkat pemanfaatan mingguan di pabrik baja di seluruh China telah meningkat menjadi 69,48% pada 12 April, level tertinggi sejak pertengahan Juli.

Berdasarkan data Bloomberg, hingga pukul 15.54 WIB,, harga baja kontrak pengiriman Mei 2019 di Comex menguat 1,65% atau 4,75 poin pada level US$293,45 per pon. Namun harga baja di London Metal Exchange ditutup melemah 0,87% atau 56,00 poin di level US$6.408 per ton, Kamis (11/4/2019). 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, bijih besi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top