Pembukaan Gerai Baru : Sumber Alfaria (AMRT) Tak Agresif Tahun Ini

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. tidak akan segencar beberapa tahun belakangan dalam pembukaan gerai baru.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 10 April 2019  |  18:46 WIB
Pembukaan Gerai Baru : Sumber Alfaria (AMRT) Tak Agresif Tahun Ini
Pramuniaga memasukkan barang yang telah dibeli konsumen ke dalam kantong plastik di salah satu mini market di kawasan Jakarta Timur, Jumat (1/3/2019). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. tidak akan segencar beberapa tahun belakangan dalam pembukaan gerai baru.

Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan AMRT Tomin mengatakan perseroan lebih berhati-hati dalam membuka lokasi baru dan juga menganalisis kinerja toko-toko yang sudah ada. Perusahaan, kata dia, tidak segan untuk menutup gerai yang tak kunjung menunjukkan pergerakan signifikan secara menahun.

Tahun ini, sebut dia, perusahaan menargetkan penambahan jumlah gerai sebesar 500 gerai dan juga menargetkan pertumbuhan toko yang sama atau SSSG di atas 5%. 

Untuk sebaran gerai, perseroan menekankan pengembangan di luar Pulau Jawa karena potensi di luar Jawa cukup menjanjikan. Emiten yang membawahi merek Alfamart ini menganggarkan belanja modal Rp2 triliun, tak hanya untuk pembukaan gerai baru, tetapi juga untuk memperpanjang dan merenovasi gera yang sudah ada.

“Sampai dengan saat ini, realisasi penjualan sesuai dengan target Perseroan. Sejalan juga dengan pembukaan gerai dan belanja modal, untuk ekspansi selama 2019, seperti yang telah disebutkan,” katanya Rabu (10/4/2019).

 Alfamart  cukup percaya diri dengan prospek bisnis ritel, dan memproyeksikan pertumbuhan pada kisaran 8% —10 % di atas pertumbuhan untuk minimarket selama 2018. “Strategi untuk meningkatkan penjualan paling dasar tentunya kami akan terus melakukan ekspansi toko yang selektif, di samping pertumbuhan organik,” jelasnya.

Kinerja AMRT tergolong masih moncer. Laba bersih perseroan melonjak tahun lalu karena tingkat pertumbuhan pendapatan bersih yang lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan beban operasional, kenaikan margin karena variasi produk, serta adanya peningkatan penghasilan berbasis fee serta turunnya beban keuangan perseroan.

Peningkatan penjualan tentunya masih didukung oleh promo menarik pada saat weekend dan juga promo menjelang liburan serta melakukan “Store Clustering”, dimana barang-barang yang tersedia di alfamart disesuiakan dengan kebutuhan sekitar dimana masing-masing toko berada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, alfamart, sumber alfaria trijaya

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top