Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cadangan Minyak Darurat AS Diusulkan Dikurangi

Wacana mengurangi cadangan minyak darurat Amerika Serikat (Strategic Petroleum Reserve/SPR) mengemuka baru-baru ini.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 03 April 2019  |  16:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana mengurangi cadangan minyak darurat Amerika Serikat (Strategic Petroleum Reserve/SPR) mengemuka baru-baru ini.

Sekretaris Energi A.S. Rick Perry mengatakan, Kongres harus mempertimbangkan apakah akan mengecilkan cadangan minyak darurat pemerintah atau tidak. Sebab booming produksi minyak domestik telah mengurangi ketergantungan AS pada impor.

SPR, yang menyimpan minyak mentah AS di situs dengan penjagaan ketat, di pantai Texas dan Louisiana, disahkan oleh Kongres setelah embargo minyak Arab 1970-an memicu krisis bahan bakar AS.

Sejauh cadangan minyak itu telah dimanfaatkan oleh sejumlah presiden AS. Misalnya, selama badai Katrina pada 2005 dan konflik di negara-negara penghasil minyak. Baru-baru ini, cadangan itu digunakan oleh Presiden Barack Obama pada Juni 2011, usai berkoordinasi dengan mitra di Badan Energi Internasional (IEA) dalam menanggapi gangguan pasokan di Libya dan negara-negara lain.

Dilansir dari Reuters, Rabu (3/4), SPR saat ini memiliki 649,1 juta barel minyak, jauh lebih banyak dari yang disyaratkan dalam perjanjian dengan IEA.

Perry, mencatat bahwa Amerika Serikat sekarang adalah produsen minyak dan gas terbesar di dunia. Menurutnya dunia telah berubah sejak cadangan dibuat dan Kongres harus mendiskusikan ukuran SPR yang tepat.

"Apakah kita membutuhkan cadangan sebesar itu? terutama dengan pertumbuhan infrastruktur pipa yang kita miliki dan pertumbuhan infrastruktur yang akan terjadi selama dekade berikutnya,” katanya dalam sidang Senat.

Perry menambahkan, topik yang tepat untuk diperdebatkan oleh Kongres terkait hal ini adalah wacana pemerintah harus menyewakan sebagian cadangan minyak itu kepada sektor swasta untuk penyimpanannya.

Sebab selama beberapa tahun terakhir, Kongres telah mengesahkan penjualan hampir 290 juta barel untuk mendanai perbaikan SPR, anggaran federal dan program obat-obatan. Penjualan, beberapa di antaranya telah terjadi dan akan mengurangi ukuran cadangan menjadi sekitar 410 juta barel pada akhir 2027.

Bulan lalu, Departemen Energi mengizinkan penjualan hingga 6 juta barel yang diamanatkan oleh hukum untuk meningkatkan pemeliharaaan fasilitas SPR. Pipa logam dan infrastruktur SPR lainnya terus-menerus terpapar udara yang lembab dan air asin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga minyak mentah wti
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top