MNCN Gelontorkan Biaya Pemrograman Hingga Rp2,6 Triliun, EBITDA Turun

PT Media Nusantara Citra Tbk. menggelontorkan biaya pemrograman mencapai Rp2,6 triliun sepanjang 2018 atau tumbuh 6 persen secara tahunan dibandingkan 2017 senilai Rp2,4 triliun.
Anitana Widya Puspa | 02 April 2019 17:51 WIB
Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menyampaikan sambutan pada pembukaan perdagangan saham di Jakarta, Senin (8/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk. menggelontorkan biaya pemrograman mencapai Rp2,6 triliun sepanjang 2018 atau tumbuh 6 persen secara tahunan dibandingkan 2017 senilai Rp2,4 triliun.

CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo mengatakan biaya pemrograman yang lebih besar digunakan untuk pengembangan lini bisnis baru dalam digital untuk serial web dan konten pendek lainnya.

Selain itu juga strategi baru pada stasiun Global TV untuk menggantikan program anak-anak dengan program baru yang lebih segar seperti reality show dan pencarian bakat.

Strategi konten baru juga dilakukan oleh MNC TV dengan menayangkan variasi drama legenda dan serial drama. Biaya pemrograman yang lebih tinggi menyebabkan penurunan EBITDA sebesar 3 persen secara tahunan senilai Rp3,1 triliun.

“Karena biaya pemrograman yang lebih tinggi dan biaya administrasi umum yang lebih tingi untuk ekspansi ke bisnis digital. Merepresentasikan 43 persen margin EBITDA untuk 2018, yang lebih rendah dari margin EBITDA pada 2017 sebesar 44 persen,” jelas  Hary melalui keterangan resminya Selasa (2/4/2019).

Hary melanjutkan tahun ini tetap optimis tentang prospek jangka panjang dari pertumbuhan domestik Indonesia atas permintaan untuk konten lokal. Pada 2019, ujarnya, MNCN terus fokus pada peningkatan sinergi operasional semua unit bisnis.

Efisiensi dilakukan untuk sarana infrastruktur seperti menara TV dan peralatan transmisi serta fasilitas seperti studio TV.

“Inisiatif dalam memaksimalkan pertumbuhan pendapatan juga akan dilakukan melalui diversifikasi pendapatan penjualan iklan komersial TV konvensional, termasuk iklan virtual, sponsor bawaan, iklan digital online, dan monetisasi konten digital,” jelasnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mncn

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup