Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Hingga Februari 2019, Volume Penjualan Arwana Citramulia (ARNA) Naik 13,4 Persen

PT Arwana Citramulia Tbk. membukukan  volume penjualan sebesar 10,6 juta meter persegi hingga Februari 2019. Pertumbuhan volume penjualan didominasi oleh segmen produk Uno-Digi. 
COO PT Arwana Citramulia Tbk Edy Suyanto (kanan) bersama CFO PT Arwana Citramulia Tbk Rudy Sujanto memberikan penjelasan saat paparan kinerja di Jakarta, Jumat (1/3/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
COO PT Arwana Citramulia Tbk Edy Suyanto (kanan) bersama CFO PT Arwana Citramulia Tbk Rudy Sujanto memberikan penjelasan saat paparan kinerja di Jakarta, Jumat (1/3/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Arwana Citramulia Tbk. membukukan  volume penjualan sebesar 10,6 juta meter persegi hingga Februari 2019. Pertumbuhan volume penjualan didominasi oleh segmen produk Uno-Digi. 

Chief Financial Officer Arwana Citramulia Rudy Sujanto mengatakan, volume penjualan tumbuh 13,4% secara year on year hingga Februari 2019. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi mixed product yang dilakukan perseroan, serta permintaan pasar yang meningkat. 

Kontribusi penjualan Uno-Digi meningkat menjadi 60%, sedangkan reguler turun menjadi 9%. Adapun, kontribusi penjualan best buy stabil pada level 31%. Pada 2018, produk Uno-Digi berkontribusi 

Produk Digi Uno merupakan produk keramik yang menggunakan teknologi digital printing. Produk ini memiliki pasar menengah ke atas dan memberikan margin yang lebih besar. 
  
"Volume penjualan sejak kuartal IV/2018 memang semakin kuat karena market positioning dan demand juga kuat," katanya pada Selasa (12/3/2019). 

Dalam risetnya pada Selasa (12/3/2019), analis PT RHB Sekuritas Indonesia Andrey Wijaya mengatakan, perseroan telah menggunakan seluruh kapasitas produksi. Kapasitas tahunan perseroan sebesar 57,2 juta meter persegi, atau 4,8 juta meter persegi per bulan. Berdasarkan penjelasan manajemen, perusahaan saat ini dapat memproduksi di atas kapasitas maksimumnya sekitar 5 juta meter persegi per bulan. 

Emiten dengan kode saham ARNA ini akan memiliki kapasitas tambahan pada Juni 2019, satu line produksi di Pabrik Palembang sehingga menambah total kapasitas tahunan sebesar 8%. RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ARNA dengan target harga Rp590 per saham yang mencerminkan proyeksi PE 2019 21,5 kali dan proyeksi PE 2020 sebesar 18,5 kali. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Azizah Nur Alfi
Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper