Beijing Siapkan Diskon Pajak, Bursa Saham China Menguat

Bursa saham China menguat pada perdagangan Selasa (5/3/2019) setelah Beijing meluncurkan rencana untuk memotong pajak dan meningkatkan pengeluaran publik serta pinjaman untuk meningkatkan ekonominya yang melambat.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  15:36 WIB
Beijing Siapkan Diskon Pajak, Bursa Saham China Menguat
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China menguat pada perdagangan Selasa (5/3/2019) setelah Beijing meluncurkan rencana untuk memotong pajak dan meningkatkan pengeluaran publik serta pinjaman untuk meningkatkan ekonominya yang melambat.

Pada penutupan, indeks Shanghai Composite menguat 0,9% ke level 3.054,25, sedangkan indeks CSI300 ditutup menguat 0,6%.

Sektor keuangan pada indeks CSI300 melemah 0,1%, sektor konsumen flat, sementara sektor layanan kesehatan menguat 0,6%.

Dilansir Reuters, Perdana Menteri China Li Keqiang dalam pidato di Kongres Rakyat Nasional mengatakan China akan memangkas pajak perusahaan senilai hampir 2 triliun yuan (US$298,31 miliar).

Selein itu, kuota penerbitan obligasi khusus untuk pemerintah daerah, yang merupakan sumber utama untuk investasi infrastruktur, telah ditetapkan sebesar 2,15 triliun yuan, menurut kementerian keuangan, lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 1,35 triliun yuan.

Li juga mengungkapkan, pemerintah akan meningkatkan target pengurangan rasio persyaratan cadangan untuk bank-bank kecil dan menengah dengan tujuan untuk meningkatkan pinjaman kepada perusahaan kecil oleh bank-bank besar hingga lebih dari 30%.

Namun reaksi pasar diredam ketika Li mengatakan dalam pidato yang sama bahwa China akan menargetkan pertumbuhan ekonomi 6,0% hingga 6,5% pada 2019, lebih rendah dari pertumbuhan produk domestik bruto 6,6% tahun lalu.

Sejumlah analis juga meragukan efektivitas kebijakan pemotongan pajak andalan tersebut.

"Kami tidak melihat (bagaimana) pemotongan pajak dapat mengubah ekonomi. Itu tidak pernah terjadi di masa lalu," tulis Larry Hu, ekonom Macquarie, dalam sebuah catatan.

Perdana menteri China itu juga berjanji untuk mereformasi dan membuka sektor keuangan -sebuah area yang menurut regulator perbankan Guo Shuqing Cina dapat "secara mutlak" mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top