Dolar AS Melemah di Tengah Kehati-hatian Pembicaraan Perdagangan AS-China

Dolar Amerika Serikat bertahan di atas level terendah tiga pekan pada hari Kamis (28/2/2019) karena investor masih berhati-hati di tengah ketidakpastian atas kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  11:24 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -  Dolar Amerika Serikat bertahan di atas level terendah tiga pekan pada hari Kamis (28/2/2019) karena investor masih berhati-hati di tengah ketidakpastian atas kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China.

Sementara itu, indeks sektor manufaktur China dan Jepang mencatat angka yang lebih lemah dari yang diperkirakan pada hari Kamis. Hal ini menunjukkan bukti baru bahwa sengketa perdagangan AS-China berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.

Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, pagi ini terpantau melemah 0,054 poin atau 0,06% ke level 96,1 pada pukul 11.06 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,07% atau 0,068 poin ke level 96,086, setelah pada akhir perdagangan Rabu (27/2/2019) ditutup menguat 0,16% atau 0,151 poin ke level 96,154.

Dolar sebagian besar menahan penguatan yang dibukukan selama sesi sebelumnya setelah Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer mengatakan pada sidang Kongres bahwa terlalu dini untuk memprediksi hasil dalam negosiasi perdagangan AS-China.

Di sisi lain, dolar AS mendapat dorongan di tengah peningkatan ketegangan antara Pakistan dan India, yang membuat investor keluar dari pasar berisiko dan masuk ke aset yang lebih aman.

"Investor mungkin mencari perdagangan yang aman. Di satu sisi, ini tidak terlalu menarik tetapi di sisi lain, investor perlu menghasilkan profit," kata Bart Wakabayashi, manajer cabang Tokyo di State Street Bank, seperti dikutip Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as

Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup