Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kurs Tengah Melemah 14 Poin, Mata Uang di Asia Bergerak Variatif

Kurs jual ditetapkan di Rp14.074 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.934 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.
Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam
Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019)./Bisnis-Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (27/2/2019) di level Rp14.004 per dolar AS, melemah 14 poin atau 0,1% dari posisi Rp13.990 pada Selasa (26/2/2019).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.074 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.934 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 19 poin atau 0,13% ke level Rp14.010 per dolar AS pada pukul 11.17 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (26/2), rupiah berakhir dengan penguatan 26 poin atau 0,19% di level Rp13.992 per dolar AS. Rupiah sebelumnya melanjutkan penguatannya saat dibuka terapresiasi 7 poin atau 0,05% di posisi 13.985 per dolar AS pagi ini.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.980-Rp14.020 per dolar AS.

Rupiah menguat di saat mata uang lainnya di Asia bergerak variatif, dengan penguatan dipimpin oleh ringgit Malaysia naik 0,13% dan yuan China yang menguat 0,12%. Di sisi lain, dolar Hong Kong memimpin pelemahan dengan depresiasi sebesar 0,35%.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau menguat 0,126 poin atau 0,13% ke level 96,129 pada pukul 11.11 WIB.

Sebelumnya, indeks dolar AS dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,06% atau 0,056 poin ke level 96,06, setelah pada akhir perdagangan Selasa (26/2/2019) ditutup melemah 0,43% atau 0,41 poin ke level 96,003. Sepanjang hari ini, indeks dolar AS bergerak pada kisaran 96,033 – 96,143.

Dilaporkan Reuters, dolar AS bergerak pada kisaran level terendah tiga minggu pada hari Rabu menyusul penegasan kembali sikap sabar oleh Gubernur Ketua Federal Reserve Jerome Powell.

Powell mengatakan pada Selasa (26/2) bahwa meningkatnya risiko dan lemahnya data ekonomi tidak mungkin untuk mencegah pertumbuhan yang solid ekonomi AS tahun ini, tetapi The Fed akan tetap "sabar" terhadap laju kenaikan suku bunga.

"Jatuhnya dolar sedikit membingungkan karena komentar Powell tidak menawarkan sentimen baru. Tetapi pasar berada dalam kondisi di mana dolar sensitif terhadap faktor-faktor potensial,” kata Masafumi Yamamoto, analis valas di Mizuho Securities.

"Perbedaan dalam kebijakan moneter kurang menjadi pendorong bagi mata uang setelah The Fed beralih ke sikap yang lebih dovish, sehingga mendorong bank sentral lain untuk mengikuti,” lanjutnya.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

27 Februari

14.007

26 Februari

13.990

25 Februari

14.007

22 Februari

14.079

21 Februari

14.057

                         

SumberBank Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Fajar Sidik
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper