Kurs Tengah Melemah Tipis, Mata Uang China Paling Kokoh di Asia

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (21/2/2019) di level Rp14.057 per dolar AS, melemah tipis 2 poin atau 0,01% dari posisi Rp14.055 pada Rabu (20/2).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  11:43 WIB
Kurs Tengah Melemah Tipis, Mata Uang China Paling Kokoh di Asia
Karyawan menghitung mata uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Kamis (21/2/2019) di level Rp14.057 per dolar AS, melemah tipis 2 poin atau 0,01% dari posisi Rp14.055 pada Rabu (20/2).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.127 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.987 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.049 per dolar AS pada pukul 10.58 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Rabu (20/2), rupiah berakhir menguat 59 poin atau 0,42% di level Rp14.044 per dolar AS, penguatan hari ketiga berturut-turut. Rupiah mulai tergelincir dari penguatannya ketika dibuka terdepresiasi 5 poin atau 0,04% di posisi 14.049 per dolar AS pagi ini.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.043-Rp14.070 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik tipis 0,02% atau 0,023 poin ke level 96,477 pada pukul 10.56 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka naik 0,04% atau 0,039 poin di level 96,501, berupaya bangkit dari pelemahan yang dibukukan sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (20/2), indeks berakhir melemah 0,07% atau 0,066 poin di level 96,454.

Berbanding terbalik dengan rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas mampu menguat terhadap dolar AS, ditopang rilis risalah rapat bank sentral AS Federal Reserve yang menunjukkan sikap bias para pembuat kebijakan terhadap penaikan suku bunga.

Yuan offshore dan onshore China yang menguat masing-masing sebesar 0,44% dan 0,42% terhadap dolar AS memimpin penguatan di Asia, diikuti rupee India yang terapresiasi 0,18% pada pukul 11.05 WIB.

“Konsensus di antara anggota Federal Reserve untuk menghentikan pelepasan neraca dipandang positif di antara aset/mata uang Asia,” ujar Irene Cheung, pakar strategi mata uang di Australia & New Zealand Banking Group, Singapura.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

21 Februari

14.057

20 Februari

14.055

19 Februari

14.119

18 Februari

14.106

15 Februari

14.116

SumberBank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top