Moody’s Revisi Outlook Bumi Resources (BUMI) Jadi Negatif

Moody’s Investors Service merevisi outlook untuk PT Bumi Resources Tbk. dari stabil menjadi negatif.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  15:04 WIB
Moody’s Revisi Outlook Bumi Resources (BUMI) Jadi Negatif
Moody's Investor Service - Bloomberg

Bisnis.com,J AKARTA — Moody’s Investors Service merevisi outlook untuk PT Bumi Resources Tbk. dari stabil menjadi negatif.

Dalam siaran pers, Selasa (19/2/2019), Moody’s menyematkan peringkat B3 untuk corporate family rating (CFR) untuk Bumi Resources. Pada saat bersamaan, Mood’s juga memberikan peringkat B3 untuk Seri A dan peringkat Caa1 untuk Seri B surat utang senior yang akan jatuh tempo pada 2022.

Selain itu, Moody’s merevisi outlook untuk peringkat tersebut dari stabil menjadi negatif. Analis Moody’s Maisam Hasnain mengatakan, prospek peringkat negatif mencerminkan ekspektasi terhadap emiten berkode BUMI tersebut. Pasalnya, pembayaran pokok utang akan terus mengalami penurunan dari proyeksi sebelumnya.

Awalnya, Moody’s memproyeksikan BUMI membayar US$300 juta—US$ 500 juta utang pokok Seri dan fasilitas ‘Tranche A’ pada akhir 2019. Namun, ekspektasi tersebut diturunkan dari sebelumnya. “Kami sekarang berharap BUMI hanya membayar sekitar US$200 juta,” ujarnya, Selasa (19/2/2019).

Hasnain mengatakan proyeksi tersebut karena beberapa pertimbangan. Salah satunya harga batu bara yang lebih rendah dari perkiraan. Selain itu, terdapat beberapa faktor lainnya seperti perkiraan volume penjualan, tantangan modal kerja, dan batasan harga domestik.

Moody’s menyebut outlook negatif akan bertahan hingga BUMI dapat melakukan perubahan secara material untuk mengerek kas. Perseroan telah melakukan sejumlah langkah untuk memperbaiki kondisi tersebut, termasuk mengurangi piutang dari pelanggan domestik.

Selain itu, BUMI mengharapkan entitas anak, PT Arutmin Indonesia, mulai membayar dividen pada Juli 2019. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumi resources, kinerja emiten, moodys

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top