IHSG Rebound Setelah Lima Hari Loyo, Saham FREN Melesat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dari pelemahannya dan mengakhiri pergerakan hari ini, Kamis (14/2/2019), di zona hijau.
Renat Sofie Andriani | 14 Februari 2019 17:31 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (13/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil rebound dari pelemahannya dan mengakhiri pergerakan hari ini, Kamis (14/2/2019), di zona hijau.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup naik tipis 0,01% atau 0,90 poin di level 6.420,02 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (13/2), IHSG berakhir di level 6.419,12 dengan pelemahan 0,11% atau 7,21 poin.

IHSG sempat melanjutkan pelemahannya hingga mendekati dasar level 6.400 meskipun mampu rebound dengan dibuka naik 0,16% atau 10,02 poin di level 6.445,18 pagi tadi. Namun indeks berhasil kembali rebound sekaligus memutuskan tekanan yang dialami lima hari beruntun sebelumnya.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 6.402,43 – 6.446,34. Empat dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori positif, dipimpin sektor infrastruktur dan pertanian yang masing-masing naik 1,81% dan 0,62%.

Lima sektor lainnya berakhir di zona negatif, dipimpin industri dasar dan aneka industri yang masing-masing turun 1,08% dan 0,96%. Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 158 saham menguat, 252 saham melemah, dan 217 saham stagnan.

Saham PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 32,66% dan 1,34% menjadi pendorong utama atas rebound IHSG pada akhir perdagangan.

Di sisi lain, saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing turun 1,32% dan 0,74% menjadi penekan sekaligus membatasi besarnya kenaikan IHSG.

Aksi jual bersih oleh investor asing masih berlanjut pada perdagangan hari kelima berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan net sell sebesar Rp963,84 miliar pada perdagangan hari ini.

Berbanding terbalik dengan IHSG, indeks Bisnis-27 melanjutkan pelemahannya pada hari keenam dengan berakhir turun 0,33% atau 1,87 poin di level 559,50, setelah ditutup melemah 0,69% atau 3,88 poin di posisi 561,37 pada perdagangan Rabu (13/2).

Indeks saham lainnya di Asia berakhir variatif hari ini. Indeks Topix Jepang ditutup naik tipis 0,03%, tetapi indeks Nikkei 225 berakhir terkoreksi 0,02%. Indeks Kospi Korea Selatan terpantau mampu mengungguli indeks lainnya di Asia dengan kenaikan 1,11%.

Dua indeks saham utama di China juga berakhir variatif, dengan indeks Shanghai Composite turun 0,05% dan CSI 300 naik 0,15%. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong ditutup turun 0,23%.

Pasar saham global secara keseluruhan bergerak tipis pada perdagangan hari ini, di tengah penantian pasar akan hasil perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer mengadakan pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Liu He, penasihat ekonomi utama untuk Presiden China Xi Jinping, pada Kamis dan Jumat pekan ini, seiring dengan upaya kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan sebelum tenggat waktu 1 Maret.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump diisukan tengah mempertimbangkan memperpanjang batas waktu untuk mengenakan kenaikan tarif impor China selama 60 hari lebih lanjut dari tanggal tersebut.

Pada Rabu (13/2), Trump mengatakan perundingan untuk menyelesaikan konflik perdagangan dengan China berlangsung dengan sangat baik.

“Kemungkinan besar kenaikan tarif akan ditunda tetapi tak ada yang tahu pasti karena kita telah melihat beberapa perundingan berakhir buntu di masa lalu. Tapi kali ini Donald Trump tampaknya terlibat secara pribadi sehingga sesuatu yang lebih baik dapat terjadi,” kata William Jackson, kepala ekonom pasar berkembang di Capital Economics, London.

Kendati demikian, investor cenderung menahan diri untuk bertaruh pada saham-saham baru dan indeks MSCI pun turun 0,3%. Menurut Jackson, pergerakan saham cenderung sepi karena tidak ada hal signifikan yang terjadi.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

FREN

+32,66

HMSP

+1,34

ISAT

+17,19

PGAS

+5,13

TOWR

+6,21

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

TLKM

-1,32

BBCA

-0,74

INKP

-5,15

BMRI

-1,03

ASII

-0,98

Sumber: Bloomberg

 

Tag : IHSG, rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top