Kurs Tengah Menguat 61 Poin, Rupiah Naik Paling Tajam di Asia

Kurs jual ditetapkan di Rp14.097 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.957 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  12:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (13/2/2019) di level Rp14.027 per dolar AS, menguat 61 poin atau 0,43% dari posisi Rp14.088 pada Selasa (12/2).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.097 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp13.957 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp140.

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 50 poin atau 0,36% ke level Rp14.018 per dolar AS pada pukul 11.17 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Rupiah mulai menguat ketika dibuka rebound 35 poin atau 0,25% di posisi 14.033 per dolar AS pagi ini. Adapun pada perdagangan Selasa (12/2), rupiah ditutup melemah 34 poin atau 0,24% di level Rp14.068 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.018-Rp14.037 per dolar AS.

Rupiah menguat paling tajam di antara mata uang lainnya Asia siang ini terhadap dolar AS. Penguatan rupiah disusul oleh rupee India yang menguat 0,35% dan won Korea Selatan yang yang naik 0,29%. Di sisi lain, yen Jepang melemah 0,14%.

Sementara itu, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,06% atau 0,061 poin ke level 96,648 pada pukul 11.17 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka menguat 0,02% atau 0,023 poin di level 96,732. Pada perdagangan Selasa (12/2), pergerakan indeks dolar ditutup melemah 0,348 poin atau 0,36% di level 96,709, mengakhiri reli delapan hari berturut-turut.

Dilansir Reuters, dolar AS melemah terhadap mata uang lainnya pada hari Rabukarena meningkatnya harapan pada kesepakatan perdagangan AS-China yang mendorong investor meninggalkan aset safe-haven.

"Kami harus menjauh dari dolar selama dua sesi terakhir, ini secara langsung terkait dengan meningkatnya sentimen risiko di sekitar perdagangan," kata Michael McCarthy, kepala analis pasar di CMC Markets, seperti dikutip Reuters.

Selera investor terhadap aset berisiko kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia membuka kemungkinan memperpanjang batas waktu untuk mencapai kesepakatan perdagangan dengan China dari yang sebelumnya pada 1 Maret jika kedua pihak hampir mencapai kesepakatan penuh.

 

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

13 Februari

14.027

12 Februari

14.088

11 Februari

13.995

8 Februari

13.992

7 Februari

13.978

SumberBank Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kurs tengah bank indonesia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top