IHSG Cetak Penurunan Terbesar Dua Bulan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Selasa (12/2/2019).
Renat Sofie Andriani | 12 Februari 2019 17:59 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah pada akhir perdagangan hari keempat berturut-turut, Selasa (12/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 1,06% atau 68,68 poin di level 6.426,32 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Senin (11/2), IHSG berakhir di level 6.495 dengan pelemahan 0,41% atau 26,66 poin.

Indeks sempat rebound dari pelemahannya ketika dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,12% atau 8,045 poin di level 6.503,05 pagi tadi. Penurunan yang dibukukan pada akhir perdagangan hari ini adalah yang terbesar dalam hampir dua bulan.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.392,24 – 6.513,10.

Delapan dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori negatif, dipimpin sektor aneka industri (-3,41%) dan infrastruktur (-2,31%). Satu-satunya sektor yang mampu berakhir di zona hijau adalah konsumer dengan kenaikan 0,34%.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 118 saham menguat, 309 saham melemah, dan 200 saham stagnan.

Saham PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing turun 4,38% dan 2,80% menjadi penekan utama atas berlanjutnya pelemahan IHSG hari ini.

Aksi jual bersih oleh investor asing pun berlanjut pada perdagangan hari ke-3 berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan net sell sebesar Rp566,21 miliar pada perdagangan hari ini.

Bersama IHSG, indeks Bisnis-27 melanjutkan pelemahannya pada hari keempat dengan berakhir melemah 1,26% atau 7,19 poin di level 565,25, setelah ditutup terkoreksi 0,41% atau 2,34 poin di posisi 572,44 pada perdagangan Senin (11/2).

Adapun nilai tukar rupiah berakhir 34 poin atau 0,24% di level Rp14.068 per dolar AS, setelah melemah 79 poin atau 0,57% dan ditutup di level Rp14.034 per dolar AS pada perdagangan Senin (11/2). 

Menurut Bank Indonesia (BI), rupiah masih berada di bawah tekanan akibat risiko perang perdagangan AS-China.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Waluyo mengatakan BI tidak akan berkompromi pada stabilitas ekonomi dengan rupiah yang masih terlihat di bawah tekanan dari risiko perang perdagangan AS-China.

Sementara itu, mayoritas indeks saham di Asia justru berakhir menguat hari ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing ditutup melonjak 2,16% dan 2,61%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berakhir naik 0,45%.

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China menguat masing-masing sebesar 0,68% dan 0,72%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup naik 0,10%.

Secara keseluruhan, bursa Asia mendapatkan dorongan dari optimisme mengenai terhindarnya potensi government shutdown di Amerika Serikat (AS) dan harapan seputar perundingan perdagangan AS-China.

Sejumlah pembuat kebijakan di Kongres AS mengungkapkan tercapainya kesepakatan tentatif soal anggaran tembok perbatasan AS-China guna menghindari penutupan layanan pemerintah federal (government shutdown) lebih lanjut di AS.

Negosiasi mengenai anggaran keamanan tembok perbatasan AS-Meksiko sempat buntu setelah kedua kubu Demokrat dan Republik bentrok mengenai kebijakan penahanan imigran. Isu penutupan pemerintahan pun menghantui.

Sebelumnya, masa shutdown yang berlangsung selama 35 hari berakhir pada 25 Januari 2019 setelah Trump setuju untuk mengakhiri shutdown parsial tanpa mendapatkan anggaran senilai US$5,7 miliar dari Kongres untuk tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

“Ada upaya berkelanjutan untuk menyelesaikan isu penutupan pemerintahan dan Trump, yang tidak ingin kehilangan dukungan dari publik, mungkin bersedia untuk sedikit mengendur dari keinginannya mengenai konstruksi tembok perbatasan,” jelas Hiroaki Mino, pakar strategi senior di Mizuho Securities Co.

Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat (AS) mengungkapkan Presiden Donald Trump masih memiliki keinginan untuk bertemu Presiden China Xi Jinping demi upaya mengakhiri konflik perdagangan antara kedua negara.

Pernyataan ini menjadi tanda optimisme baru ketika para negosiator dari dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut melanjutkan perundingan perdagangan mereka di Beijing pekan ini.

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

ASII

-4,38

TLKM

-2,80

BMRI

-2,62

BBCA

-0,64

BYAN

-4,76

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+1,62

UNVR

+0,46

BRPT

+3,67

RMBA

+11,24

BUMI

+12,16

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top