Kongres AS Capai Kesepakatan, Pasar Saham Jepang Naik Tajam

Dua saham utama Jepang berhasil rebound dari pelemahannya dan berakhir dengan penguatan tajam pada perdagangan hari ini, Selasa (12/2/2019), didorong optimisme mengenai terhindarnya potensi government shutdown di Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Februari 2019  |  16:52 WIB
Kongres AS Capai Kesepakatan, Pasar Saham Jepang Naik Tajam
Bursa saham Tokyo, Jepang - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Dua saham utama Jepang berhasil rebound dari pelemahannya dan berakhir dengan penguatan tajam pada perdagangan hari ini, Selasa (12/2/2019), didorong optimisme mengenai terhindarnya potensi government shutdown di Amerika Serikat (AS).

Indeks Topix ditutup melonjak 2,16% atau 33,20 poin di level 1.572,60 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (8/2/2019), Topix berakhir merosot 1,89% atau 29,63 poin di posisi 1.539,40.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.125 saham pada indeks Topix, 1.789 saham di antaranya menguat, 301 saham melemah, dan 35 saham stagnan.

Saham Toyota Motor Corp. dan SoftBank Group Corp. yang masing-masing naik 2,42% dan 2,45% menjadi pendorong utamanya.

Adapun indeks Nikkei 225 berakhir melonjak 2,61% atau 531,04 poin di level 20.864,21, setelah berakhir melemah di zona merah dua sesi perdagangan berturut-turut sebelumnya.

Dari 225 saham yang diperdagangkan pada indeks Nikkei, 203 saham menguat, 18 saham melemah, dan 4 saham stagnan. Saham Fast Retailing Co. Ltd. (+3,01%) dan FANUC Corp. (+4,38%) menjadi penopang utamanya.

Dilansir dari Bloomberg, Indeks Topix Jepang menguat setelah sejumlah negosiator di Kongres AS mengungkapkan tercapainya kesepakatan tentatif untuk menghindari penutupan layanan pemerintah federal (government shutdown) lebih lanjut di AS.

Negosiasi mengenai anggaran keamanan tembok perbatasan AS-Meksiko sempat buntu setelah kedua kubu Demokrat dan Republik bentrok mengenai kebijakan penahanan imigran. Isu penutupan pemerintahan pun kembali menghantui.

Sebelumnya, masa shutdown yang berlangsung selama 35 hari berakhir pada 25 Januari 2019 setelah Trump setuju untuk mengakhiri shutdown parsial tanpa mendapatkan anggaran senilai US$5,7 miliar dari Kongres untuk tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

“Ada upaya berkelanjutan untuk menyelesaikan isu penutupan pemerintahan dan Trump, yang tidak ingin kehilangan dukungan dari publik, mungkin bersedia untuk sedikit mengendur dari keinginannya mengenai konstruksi tembok perbatasan,” jelas Hiroaki Mino, pakar strategi senior di Mizuho Securities Co.

Penguatan bursa saham Jepang turut didukung nilai tukar yen yang lanjut melemah 0,21 poin atau 0,19% ke level 110,59 yen per dolar AS pukul 14.51 WIB, setelah berakhir melemah 0,58% atau 0,64 poin di posisi 110,38 pada Senin (11/2).

“Karena yen telah melemah menuju kisaran pertengahan 110 per dolar, dampak terhadap laba perusahaan lokal akan cenderung netral,” tambah Mino.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang, shutdown

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top