Perluas Distribusi Passpod, Yelooo Integra Datanet (YELO) Gandeng Tokopedia dan LOKET

Emiten penyedia layanan modem 4G untuk pelancong, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (Passpod) menggandeng Tokopedia dan LOKET sebagai mitra bisnisnya pada awal tahun ini.
Dwi Nicken Tari | 14 Januari 2019 20:59 WIB
Direktur Utama PT Yello Integra Datanet (Passpod) Hiro Whardana (kedua kiri), Komisaris Andrew Suhalim (kiri), Direktur Wewy Susanto (kedua kanan) dan CEO Digitaraya Google Developer Launchpad Yansen Kamto berbincang usai membuka perdagangan saham sekaligus pencatatan perdana saham PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO), di Bursa Efek Indonesia, Senin (29/10/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten penyedia layanan modem 4G untuk pelancong, PT Yelooo Integra Datanet Tbk. (Passpod) menggandeng Tokopedia dan LOKET sebagai mitra bisnisnya pada awal tahun ini.

Chief Operating Officer (COO) Passpod Wewy Suwanto menjelaskan, kerja sama dengan membuka official store di Tokopedia dapat memberikan peluang bagi perseroan untuk memperluas penawaran layanannya.

“Kami harapkan kemitraan ini semakin memudahkan pelanggan Passpod untuk mendapatkan layanan kami melalui beragam saluran yang tersedia,” kata Wewy, seperti dikutip dari keterangan resmi, Senin (14/1/2019).

Dalam kesempatan yang sama, CEO Passpod Hiro Whardana juga memperkenalkan kerja sama perseroan dengan LOKET.

“Selain menyediakan layanan penyewaan modem ke luar negeri dan tiket atraksi di luar negeri, Passpod kini menjadi partner untuk penjualan tiket untuk mendukung bisnis inbound traveler ke Indonesia [lewat LOKET],” ujar Hiro.

Sebelumnya, Hiro sempat menyebut, pada awal tahun ini perseroan memang masih akan fokus mengekspansikan bisnis, yaitu dengan membuka perwakilan dan official store di beberapa kota.

Namun demikian, Hiro masih enggan menyebutkan target dana yang akan digelontorkan perseroan pada tahun ini.

Begitu pula realiasasi pendapatan pada tahun lalu belum dapat diberikan perinciannya. Akan tetapi, Hiro meyakinkan bahwa perseroan dapat mencapai target pendapatan yang diharapkan.

Lebih lanjut, dirinya memaparkan, dana yang berhasil diraup lewat penawaran umum saham perdana (IPO) pada tahun lalu, yakni 71,48% dari dana IPO yang ingin digunakan perseroan untuk pengadaan billing management system dan perangkan SIM Bank, telah dieksekusi semua.

Emiten dengan sandi YELO tersebut melantai di bursa saham per 29 Oktober 2018 dengan melepas 130 juta saham pada harga pelaksanaan Rp375 per saham. Dengan begitu, perseroan mengantongi dana sebesar Rp48,75 miliar.

Adapun saham YELO ditutup menguat 2,65% ke level Rp388 pada akhir perdagangan Senin (14/1/2019).

Tag : kinerja emiten, Yelooo Integra Datanet
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top