Harga Minyak Naik 2% Menyusul Pemotongan Produksi OPEC

Harga minyak mentah memanas lebih dari 2% pada perdagangan akhir pekan seiring dengan upaya OPEC dan sekutunya Rusia, setuju untuk mengurangi persediaan global dan mendukung upaya pemulihan pasar.
Hafiyyan | 08 Desember 2018 07:40 WIB
Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Harga minyak mentah memanas lebih dari 2% pada perdagangan akhir pekan seiring dengan upaya OPEC dan sekutunya Rusia, setuju untuk mengurangi persediaan global dan mendukung upaya pemulihan pasar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (7/12/2018) waktu setempat, harga minyak WTI kontrak Januari 2019 naik 1,12 poin atau 2,18% menjadi US$52,61 per barel. Dalam waktu yang sama, minyak Brent kontrak Februari 2019 meningkat 1,61 poin atau 2,68% menuju US$61,67 per barel.

Harga minyak memanas setelah OPEC dan para sekutunya yang dipimpin Rusia, sepakat memangkas produksi 1,2 juta barel per hari (bph). Volume itu di atas ekspektasi pelaku pasar sejumlah 1 juta bph.

Setelah rapat dua hari di Wina, Austria, Menteri Perminyakan Irak Thamer Ghadban menyampaikan, OPEC akan mengurangi produksi mulai Januari 2019 sebesar 800.000 bph. Adpaun, sekutu OPEC mengurangi 400.000 bph.

Harry Tchilinguirian, ahli strategi minyak global BNP Paribas di London mengatakan, pemotongan produksi 1,2 juta bph membantu mengurangi persediaan minyak global. Namun, persediaan tidak akan berkurang banyak.

Sebelumnya harga minyak sudah menurun 30% sejak Oktober karena lonjakan pasokan dan pertumbuhan permintaan global yang melemah. Sejak akhir 2017, tiga produsen minyak utama, yakni OPEC, Rusia, dan Amerika Serikat telah meningkatkan produksi 3,3 juta bph sejak akhir 2017 menjadi 56,38 juta bph. Volume tersebut mencakup 60% konsumsi global.

Tag : Harga Minyak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top