DIVA Serap 30% Saham Pawoon

Emiten sektor konversi dan akselerasi digital PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. berencana membeli saham Pawoon, sebuah aplikasi Point of Sales (POS) berbasis cloud terdepan Tanah Air.
Dara Aziliya | 07 Desember 2018 02:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten sektor konversi dan akselerasi digital PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. berencana membeli saham Pawoon, sebuah aplikasi Point of Sales (POS) berbasis cloud terdepan Tanah Air.

Berdasarkan keterangan resmi yang dipublikasikan perseroan, emiten dengan sandi DIVA tersebut menyampaikan investasi itu merupakan upaya perseroan dan Pawoon untuk mengakselerasi pertumbuhan eksponensial, dengan membidik bisnis miliaran dolar di Asia Tenggara.

CEO Pawoon Ahmad Gadi menyampaikan dengan masuknya investasi dari DIVA, perseroan akan mengembangkan  produk dan mengakselerasi akuisisi merchant di Tanah Air yang potensinya mencapai jutaan unit.

“Bisnis UKM cenderung mengandalkan pena dan kertas serta metode konvensional lainnya yang tidak efisien. Kami memperkenalkan merchant dengan produk software lengkap dan fasilitas pembayaran digital dengan teknologi cloud,”ungkap Ahmad di Jakarta, Kamis (6/12).

Ahmad menyampaikan  sejak peluncuran pertama pada 2015, aplikasi POS Pawoon telah digunakan lebih dari 10.000 merchants yang tersebar di lebih dari 200 kita di Tanah Air. Beberapa klien besar Pawoon yaitu Go-Pay, Geprek Bensu, Dum Dum Thai Tea, Bakso Lapangan Tembak, dan Mango Bomb.

Direktur Distribusi Voucher Nusantara Dian Kurniadi menyampaikan perseroan membidik Pawoon untuk diakuisisi 30% kepemilikannya karena dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan eksponensial Pawoon telah melonjak 28 kali lipat.

“Kami melihat Pawoon menawarkan ekspansi bisnis menarik dan pertumbuhan yang potensial bagi DIVA, di luar tiga sektor utama kami saat ini. Sebagian besar pemain industri F&B adalah UKM dan mereka cukup kompleks, namun perannya sangat relevan bagi perekonomian Indonesia,” ungkap Dian.

Menurutnya, F&B merupakan salah satu yang paling menjanjikan dari sisi profit, dari 10 kelompok industri yang diprioritaskan pemerintah Indonesia di bawah Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional Tahun 2015—2035.

DIVA pun memiliki misi untuk masuk pada sebuah pasar yang nilai perputaran tahunannya mencapai US$1,83 miliar atau Rp27,5 triliun. Di Jakarta saja, diperkirakan pendapatan pajak restoran pada tahun lalu mencapai Rp2,75 triliun.

“Investasi ini memungkinkan UKM maupun perusahaan untuk mempercepat transformasi nontunai, memperkuat sinergi bisnis, serta meningkatkan nilai tambah dengan menjual bebarbagai produk digital untuk captive customers,” jelas Dian.

Sayangnya, entitas anak PT Kresna Graha Investama Tbk. itu enggan menyebutkan berapa nilai investasi yang digelontorkan perseroan untuk menyerap 30% saham Pawoon.

Adapun, DIVA baru saja mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek pada 27 November 2018. Dengan melepas 400.000.000 saham seharga Rp2.950 per lembarnya, DIVA mengantongi Rp632 miliar dari proses IPO.

Sebesar 55% dari dana tersebut akan digunakan perseroan untuk modal kerja, sebesar 40% untuk pengembangan operasional dan teknologi informasi, sedangkan sisanya akan dikerahkan untuk aktivitas oerasional perseroan

Tag : Aksi Korporasi
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top