Transcoal Pacific (TCPI) Beli Kapal Induk Senilai US$13 Juta

Emiten pelayaran PT Transcoal Pacific Tbk. melaporkan telah melakukan pembelian satu unit kapal induk atau Mother Vessel yaitu MV Aquarius Ocean dengan nilai US$13 juta.
Dara Aziliya | 06 Desember 2018 15:39 WIB
Direktur Utama PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) Dirc Richard Talumewo didampingi direksi lainnya memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan seusai pencatatan perdana saham PT TCPI di Jakarta, Jumat (6/7/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Transcoal Pacific Tbk. melaporkan telah melakukan pembelian satu unit kapal induk atau Mother Vessel yaitu MV Aquarius Ocean yang transaksinya telah rampung akhir November 2018.

Direktur Utama Transcoal Pacific Dirc Richard Talumewo mengatakan perseroan melakukan pembelian satu unit MV tersebut melalui anak usaha dengan nilai US$13 juta. Armada tersebut diharapkan dapat memperkuat aktivitas bisnis perseroan di masa yang akan datang.

“Anak usaha kami baru saja membeli MV ukuran Supramax yang sumber pendanaannya dari kas internal dan pinjaman bank. Tahun depan kami rencanakan untuk menambah lagi satu MV dengan ukuran Panamax,” ungkap Dirc saat dikonfirmasiBisnis, Rabu (5/12).

Dirc menyampaikan MV Aquarius Ocean yang berbendera Singapura tersebut memiliki kelas Nippon Kaji Kyokai dengan Gross Register Tonnage (GRT) dan Net Register Tonnage (NRT) masing-masing sebesar 30.014 ton dan 18.486 ton. Anak usaha yang melakukan pembelian armada tersebut yaitu PT Sentra Makmur Lines.

Dengan kontrak-kontrak yang telah digenggam, emiten dengan sandi TCPI tersebut memprediksi pada tahun depan perlu mengoperasikan 22 set tug & barges dan 3 floating crane untuk kegiatan transshipment, 125 tug and barges dan 11 mother vessel  untuk kegiatan long hauling batu bara, dan 2 mother vessel untuk kegiatan pengangkutan bijih nikel di Sulawesi.

Berdasarkan kontrak-kontrak yang ada saat ini, volume pekerjaan TCPI untuk pengangkutan batubara  yaitu 42 juta metrik ton per tahun yang terdiri dari transshipment   sebesar 24 juta metrik ton per tahun dengan nilai kontrak sampai dengan tahun 2021 senilai Rp 3 triliun.

Selain itu, untuk pekerjaan long hauling, kontrak perseroan yaitu 18 juta metrik ton per tahun dengan nilai kontrak sampai dengan tahun 2027 senilai Rp13,3 triliun. Adapula pengangkutan bijih nikel sebesar 1,1 juta metrik ton per tahun dengan nilai kontrak sampai dengan 2023 yaitu Rp 570 miliar.

Berdasarkan kontrak-kontrak tersebut, TCPI memprediksi mampu membukukan pendapatan hingga Rp3 triliun per tahun.

 

 

Tag : Aksi Korporasi, kinerja emiten
Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top