Batu Bara Newcastle Akhiri Reli Lima Hari

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Januari 2019 ditutup melemah 0,15% atau 0,15 poin di level US$103,30 per metrik ton.
Aprianto Cahyo Nugroho | 04 Desember 2018 08:05 WIB
Warga memancing ikan di sekitar kapal tongkang pengangkut batu bara di perairan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). - ANTARA/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara ditutup melemah sekaligus mengakhiri reli lima hari berturut-turut pada perdagangan Senin (3/12/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Januari 2019 ditutup melemah 0,15% atau 0,15 poin di level US$103,30 per metrik ton.

Harga mengakhiri reli lima harinya setelah pada perdagangan Jumat pekan lalu (30/11) dditutup menguat 1,12% atau 1,15 poin ke level US$103,45 per metrik ton.

Di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak Februari 2019 juga mengakhiri reli lima hari berturut-turut dengan ditutup melemah 0,58% atau 0,5 poin ke level US$85,90 per metrik ton.

Di sisi lain, harga minyak mentah berakhir melonjak pada perdagangan Senin, ditopang perpanjangan kerja sama antara pemerintah Arab Saudi dan Rusia, meredanya konflik dagang AS-China, serta langkah pemangkasan suplai di Kanada.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Januari melonjak sekitar 4% atau US$2,02, kenaikan terbesar dalam lebih dari lima bulan, dan ditutup di level US$52,95 per barel di New York Mercantile Exchange, rebound dari penurunan bulanan terburuknya dalam satu dekade.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman Februari melonjak 3,8% dan berakhir di level US$61,69 per barel di ICE Futures Europe exchange. Minyak acuan global ini diperdagangkan premium US$8,82 terhadap WTI untuk bulan yang sama.

Dilansir Bloomberg, meskipun Rusia dan Arab Saudi belum mengonfirmasi pemangkasan baru, kerja sama mereka membuka pintu untuk tercapainya kesepakatan ketika Organisasi Negara Penghasil Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya bertemu pekan ini di Wina.

Kesepakatan yang terjalin akhir pekan ini antara Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Rusia Vladimir Putin serta merta mendukung ekspektasi pemangkasan produksi yang cukup untuk mengabaikan tanda-tanda yang lebih ambigu pada hari Senin, termasuk pengumuman rencana pengunduran diri Qatar dari OPEC.

“Akan ada pemangkasan [produksi], saya pikir itu akan menjadi lebih dari yang diharapkan pasar, dan saya pikir pasar menyadari itu hari ini,” kata Bob Iaccino, kepala strategi pasar di Path Trading Partners yang berkantor di Chicago.

Harga minyak sempat mengikis penguatannya pada hari Senin setelah panel penasihat OPEC dikatakan tidak membuat rekomendasi untuk tindakan dan sumber terkait dengan perundingan mengungkapkan bahwa Rusia dan Saudi masih belum menyetujui rincian pemangkasan produksi.

Gubernur OPEC Hossein Kazempour Ardebili, sementara itu, menimbulkan keraguan tentang apakah para produsen dapat mencapai suara bulat dalam pertemuan mendatang di Wina.

Namun minyak tetap merespons positif kesepakatan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akhir pekan kemarin untuk memasuki periode 'gencatan senjata' dalam perselisihan perdagangan mereka.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

3 Desember

103,30

-0,15%

30 November

103,45

+1,12%

29 November

102,30

(+1,44%)

28 November

100,85

(+1,36%)

27 November

99,50

(+1,38%)

Sumber: Bloomberg

Tag : harga batu bara
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top