IHSG Kembali ke Level 6.100, Sektor Properti & Konsumer Memimpin

IHSG ditutup menguat 1,93% atau 115,92 poin ke level 6.107,17, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,66% atau 39,49 poin ke level 6.030,74.
Aprianto Cahyo Nugroho | 29 November 2018 17:21 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/11/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA —  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat dan kembal ike level 6.100 pada pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (29/11/2018).

IHSG ditutup menguat 1,93% atau 115,92 poin ke level 6.107,17, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,66% atau 39,49 poin ke level 6.030,74.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG terus bergerak di zona hijau di kisaran 6.029,66-6.107,17.. Adapun pada perdagangan Rabu (28/11/2018), IHSG ditutup melemah 0,37% atau 22,34 poin ke level 5.991,25.

Dari 618 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 256 saham menguat, 139 saham melemah, dan 223 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing menguat 2,95% dan 3,05% menjadi penopang utama terhadap penguatan IHSG hari ini.

Seluruh sembilan sektor menetap di zona hijau, dengan dorongan utama dari sektor properti yang menguat 2,90%, disusul sektor konsumer yang naik 2,87%.

Analis UOB Kay Hian, Edward Lowis mengatakan emiten properti diperkirakan mendapat keuntungan dari berkurangnya risiko kenaikan suku bunga.

“Sebagian besar pasar bereaksi positif  terhadap nada dovish Gubernur Federal Reserve Jerome Powell, serta berkurangnya tekanan dapat menurunkan risiko Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga,” ungkap Lowis, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, Bharat Joshi, fund manager aberdeen Standard Investment mengatakan saham emiten sektor konsumer menguat di tengah ekspektasi bahwa turunnya harga minyak sawit dan penguatan rupiah akan menurunkan tekanan pada biaya.

Indeks saham lainnya di Asia terpantau bergerak mayoritas menguat sore ini, di antaranya indeks FTSE KLCI Malaysia yang naik 0,58%, indeks FTSE Straits Times Singapura yang menguat 0,48%, sedangkan indeks SE Thailand melemah 0,02%>

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan ditutup menguat 0,28%, sedangkan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang menguat masing-masing 0,35% dan 0,39%. Di sisi lain, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China melemah 1,32% dan 1,3%.

Dilansir dari Reuters, bursa Asia menguat setelah Gubernur Federal Reserve AS menyampaikan pernyataan yang dilihat oleh investor sebagai indikasi akhir siklus pengetatan suku bunga, sehingga meningkatkan minat terhadap aset berisiko.

Namun, penguatan dalam pasar saham di Asia dibayangi keresahan investor menjelang pembicaraan perdagangan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 di ibu kota Argentina, Buenos Aires, pada Sabtu malam (30/11) waktu setempat.

Para ekonom di ANZ menunjukkan bahwa pandangan di dalam pemerintahan Trump yang menginginkan agar pemerintah AS mengambil sikap keras terhadap China tampak mendominasi.

“Mereka akan menginginkan beberapa konsesi dari China, paling tidak dari apa yang mereka rasakan adalah tentang pencurian kekayaan intelektual dan pemindahan teknologi,” tulis para ekonom ANZ.

“Dengan demikian, tampaknya prospek pertemuan Trump-Xi yang berakhir tanpa resolusi berkelanjutan terhadap perbedaan mereka relatif tinggi.”

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+2,95

HMSP

+3,05

UNVR

+3,95

BMRI

+3,38

ICBP

+7,78

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

(%)

KLBF

-2,54

FILM

-10,00

TRIO

-7,98

TFCO

-16,52

NIKL

-4,12

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top