Pabrik Baru Indofood (INDF) Mulai Konstruksi Tahun Depan

Emiten consumer goods, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. memproyeksikan konstruksi pabrik tepung baru bisa berlangsung paling lambat kuartal II/2019.
Novita Sari Simamora | 22 November 2018 21:25 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto (kiri) memberikan penghargaan BPS Award 2017 kepada Direktur PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang, di Jakarta, Selasa (26/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten consumer goods, PT Indofood Sukses Makmur Tbk. memproyeksikan konstruksi pabrik tepung baru bisa berlangsung paling lambat kuartal II/2019.

Direktur Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang menuturkan hingga saat ini perseroan masih dalam proses perizinan. Emiten bersandi saham INDF ini telah menyiapkan dana senilai Rp530 miliar untuk pembangunan dua pabrik baru ini. 

"Wong [sekarang] masih proses izin bangunan. Target konstruksi, tahun depan kuartal I/2019 atau kuartal II/2019," ungkapnya kepada Bisnis.com, Kamis (22/11/2018).

Berdasarkan catatan Bisnis.com, jumlah kapasitas pabrik tepung baru sekitar 200.000 ton per tahun. Pembangunan pabrik baru dilakukan, sebab pertumbuhan volume penjualan divisi tepung naik sekitar sekitar 4%-5% secara tahunan. Dalam laporan keuangan September 2018, pendapatan segmen Bogasari mencapai Rp15,39 triliun, naik 9,22% dari posisi Rp14,09 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun, komposisi penjualan Bogasari terhadap total penjualan Indofood mencapai 28,11% hingga September 2018. Komposisi penjualan Bogasari pada September 2018 lebih tinggi dibandingkan dengan dengan per September 2017 masih 22,83%.

Hingga September 2018, INDF telah mengalokasikan belanja modal senilai Rp4,36 triliun. Belanja modal paling besar ada pada segmen produk konsumen bermerek dan  agribisnis masing-masing senilai Rp2,6 triliun dan  Rp1,46 triliun. Sementara itu, belanja modal untuk segmen Bogasari dan distribusi selama sembilan bulan tahun ini, masing-masing senilai Rp257,65 miliar dan Rp35,54 miliar. Per September 2017, INDF menggenlontorkan belanja modal besar lebih besar dibandingkan dengan September 2018 senilai Rp3,3 triliun.

Dari sisi laba usaha, Bogasari membukukan senilai Rp772,46 miliar hingga September 2018, atau terdapat penurunan laba usaha. Segmen Bogasari membukukan penurunan laba hingga 14,8% dari September 2017, senilai Rp906,61 miliar. Sebagai informasi, INDF membukukan arus kas senilai Rp3,18 triliun hingga September 2018.

Divisi tepung Indofood Sukses Makmur, Bogasari mengoperasikan dua pabrik penggilingan tepung terigu yang berlokasi di Jakarta dan Surabaya dengan total kapasitas produksi per tahun sekitar 3,3 juta ton. Berbagai produk tepung terigu dipasarkan dengan merek-merek yang sudah mapan, seperti Cakra Kembar, Segitiga Biru, Kunci Biru, Lencana Merah, sedangkan produk tepung premix menggunakan merek Chesa.

Tag : indofood, kinerja emiten
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top